#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
The Next Chapter Tanpa Wenger
24 Mei 2018 04:00 WIB
THE Next Chapter. Demikian Arsenal memberikan tema kedatangan Unai Emery yang resmi sebagai pelatih The Gunners. Kedatangan pelatih baru, bagi Arsenal, boleh jadi sesuatu yang baru pula bagi manajemen dan semua bagian yang membuat tema tersebut. Termasuk menggarap berbagai hal instrumen seperti clip video yang dikemas dengan nuansa dokumentasi. Video berjudul The Next Chapter itu dapat dilihat dalam Twitter resmi Arsenal: https://twitter.com/Arsenal/status/999229816359542785

Video yang durasinya hanya sekitar 50 detik. Video tersebut untuk mengingatkan sejarah klub asal London ini dengan cara yang singkat. Namun, benar-benar singkat karena dalam video tersebut “chapter” 1996-2018 era kepelatihan Arsene Wenger tidak ada. Ya, sepertinya, setelah 22 tahun dengan pelatih yang sama, Arsenal sampai lupa mencantumkan fase atau chapter Arsenal di bawah The Professor. Lupa atau memang boleh jadi terlewat, bahkan tidak sedikit yang menilai itu disengaja.

Video itu dimulai dari chapter 3, era kepelatihan Harry Bradshaw 1899-1904, dengan atribute bertuliskan “4 tahun, 336 hari, 189 laga”. Chapter Five, George Morrell 1908-1915, 7 tahun 63 hari, 291 pertandingan. Demikian seterusnya. Termasuk Robert Chapman pada 1925-1934, delapan tahun 201 hari dengan 403 laga. HIngga akhirnya sampai kepada chapter sixteen: George Graham 1986-1995, delapan tahun 283 hari dengan 460 laga ditandai pula atribute berbagai trofi yang diraih Graham.


Baca Juga :
- Fighting Spirit
- Respek terhadap Lawan

Setelah itu, harusnya ada chapter seventeen, 1996-2018, Arsene Wenger. Namun, chapter tersebut tidak ada dalam video tersebut. Yang terlihat dalam video itu adalah: The Next Chapter…. Unai Emery. Dan, di akhiri dengan #WelcomeUnai. Dengan demikian, dari era atau chapter Graham ada lompatan yang jauh, 22 tahun yang langsung ke Emery. Tidak ada masa-masa Wenger. Pelatih asal Prancis yang telah memberikan tiga gelar Liga Primer atau tujuh Piala FA. Pelatih yang pernah membawa Arsenal meraih gelar Liga Primer 2003/04 dengan rekor tidak terkalahkan.

Tentu saja, banyak komentar yang kemudian mempertanyakan terkait tidak adanya “Chapter Wenger”. “Mengapa tidak ada Wenger” demikian salah satu komentar dari status Twitter Arsenal tersebut. “Sangat tidak menghormati, pelatih yang 22 tahun dilupakan begitu saja. Apa maksudnya?”  Tentu, ada juga fan Arsenal dari Tanah Air yang mempertanyakan video tersebut. “Wenger ngga dianggap”. Demikianlah, anggap saja, media sosial di satu sisi memang boleh jadi untuk memantik reaksi. Meski demikian, tentu saja video tersebut ada yang salah bahkan sangat aneh.

Yang terkesan kemudian, Arsenal seperti ingin menghapus masa-masa klub ini bersama Wenger. Arsenal tampaknya memang benar-benar ingin memulai lembaran baru. Tentu bersama Emery. Setidaknya, dalam bagian lain, dalam hal ini dalam video yang berbeda, ada momen ketika Emery dan Wenger bersama ketika masing-masing saling berhadapan saat The Gunners menghadapi Paris Saint Germain pada 2016 lalu. Meski demikian, dalam video itu ditampilkan pula berbagai momen pelatih lain, tapi tidak ada momen tersukses Wenger.

Anggap saja ada kesalahan dari video tersebut. Kini, era Emery akan dimulai. Pelatih asal Spanyol yang memulai kariernya di  Lorca Deportiva pada 2004. Emery tampil bersama Almeria. Dia membawa klub ini promosi ke La Liga pada 2007. Bahkan, membawa Almeria ke posisi tertinggi dalam sejarah klub ini yaitu peringkat kedelapan pada 2008. Lalu Emery ke Valencia menggantikan Ronald Koeman, dan kemudian ke Spartak Moscow.

Suksesnya sebagai pelatih terjadi di Sevilla yang membuatnya meraih tiga gelar Liga Europa secara beruntun. Bahkan, bersama Sevilla, dia pernah mengalahkan Real Madrid dan Barcelona dalam ajang La Liga. Rapor itu membawanya ke Paris Saint Germain (PSG) dan kini Arsenal. Meski meraih gelar domestik di Ligue 1 bersama PSG, namun ada momen ketika muncul isu soal skema.


Baca Juga :
- Lanjutkan Garuda Muda!
- Episode Kedua Indra Sjafri

Beberapa pemain PSG termasuk deretan pemain bintangnya seperti Neymar, menginginkan pola 4-3-3 sementara Emery tetap ingin menggunakan pola 4-2-3-1. Di Arsenal, Emery tampaknya tidak akan menghadapi ego yang tinggi dari para pemainnya. The Gunners merupakan tempat yang bagus bagi pelatih 46 tahun ini untuk memulai petualangannya di kompetisi paling menarik di dunia.

Tidak semua pelatih mampu sukses di Liga Primer namun Emery memiliki cukup modal yang bagus menjadi pelatih di Arsenal. Klub yang sudah lama menginginkan gelar dan berada di tangan Wenger selama lebih dari 22 tahun. Ya, Emery akan mencoba “menghapus” sedikit  22 tahun masa Wenger dengan sebuah gelar pada 2018/19 ini.*Irfan Sudrajat
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA