#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Jorge Lorenzo: Semua Tekanan Ada di Marc Marquez
21 Juni 2018 06:26 WIB
MONTMELO - Tiga kemenangan dan seharusnya menjadi empat dalam tujuh perlombaan. Dengan dua pembalap, Andrea Dovizioso yang melakukan debutnya di Qatar dan Jorge Lorenzo memastikan Ducati masih menjadi tim yang kuat meski saat ini lebih baik tidak melihat klasemen.

Antara kesalahan dan perlombaan yang tidak dilakukan dengan baik, klasemen setelah 7 perlombaan tidak mencerminkan situasi yang sebenarnya dari GP18 yang dapat bersaing seimbang dengan Honda (4 kemenanga, 3 dengan Marc Marquez dan 1 dengan Cal Crutchlow) dan pastinya pantas berada di posisi lebih dekat dengan pembalap juara bertahan. 

Gigi Dall'Igna menjelaskan: "Saya sangat penasaran melihat situasi di Sachsenring dan Phillip Island. Di atas kertas, dua lintasan ini lebih menyulitkan kami".
Dengan kemenangan hari Minggu lalu, Jorge telah menyusul Andrea di posisi ketujuh klasemen, 66 poin, 49 poin dari Marquez, meski pembalap Ducati terbaik di klasemen adalah Danilo Petrucci, bersama Maverick Vinales mendapatkan poin di setiap perlombaan, berada di posisi kelima dengan kuota 71 poin. 


Baca Juga :
- Lombok Jadi Pertimbangan Dorna Gelar MotoGP Indonesia
- Update Klasemen Pembalap MotoGP 2018, Marc Marquez Juara Dunia

Claudio Domenicali setelah perlombaan mengatakan: "Dalam 15 tahun terakhir banyak orang terus mengulangi dengan motor ini hanya ada seorang pembalap yang bisa menang: sebelumnya ada Capirossi, kemudian Stoner sampai beberapa waktu lalu Dovizioso. Sejak Valentino sudah banyak waktu yang berlalu, tapi pengalaman ini tetap sangat berharga. Sebaliknya, sekarang Jorge juga mulai bangkit dan kami telah membutikan bahwa dengan kerja keras semua bisa menjadi pembalap tangguh dengan Ducati".

Jangan lupakan Dovizioso, yang bersama Petrucci mewakili masa depan dan sekarang Ducati fokus kepada Dovizioso yang dianggap bisa menjadi saingan utama Marquez untuk merebut gelar juara, rekan satu timnya mulai tahun 2019 nanti. 

"Dalam pemberitahuan ketika kami memberitahukan perpisahan ini, saya jelaskan bahwa dengan Jorge kami ingin memenangkan Kejuaraan Dunia. Pikiran saya masih sama, ada 49 poin yang harus dikejar tapi masih ada 12 perlombaan dan kami akan bersenang-senang. Jika Lorenzo harus memenangkan gelar juara, saya akan tetap senang".

Jorge mulai yakin bisa mengejar impian: "Bagi kami hal yang sempurna adalah tidak memiliki tekanan, sebaliknya Marc..." 

Lorenzo sudah melepaskan diri dari tekanan beberapa minggu lalu: "Antara kemenangan ini dan kemenangan di Mugello, kemenangan paling penting tetap yang diperoleh di Toskana karena inilah yang harus saya menangkan. Kami hanyalah manusia biasa dan untuk pertama kalinya sangat spesial bagi kami semua dan ini membuat saya sangat bahagia". 


Baca Juga :
- Dovi Jatuh, Marc Marquez Raih Gelar Juara Dunia MotoGP 2018
- Dovi Pole, Berikut Hasil Lengkap Kualifikasi MotoGP Jepang 2018

Jorge melanjutkan: "Dalam 31 tahun ini saya telah belajar tidak dapat mengubah masa lalu. Beberapa hari lalu saya merasa sedih harus meninggalkan tim besar dan tantangan sulit: rencana berjuang untuk memenangkan Kejuaraan Dunia dengan Ducati sangat luar biasa tapi sekarang saya memiliki masa depan cerah dan lebih cerah dengan motor yang sangat kompetitif. Tapi sebelumnya saya ingin berusaha menyelesaikan pekerjaan ini: dua bulan lalu berpikir saya memenangkan dua perlombaan saja terdengar mustahil, meski begitu inilah yang terjadi. Kami tidak dapat memenangkan semua perlombaan, tapi setiap orang dari kami ingin terus berusaha. Dimulai dari Assen, dimana faktor cuaca akan sangat penting". 

Mengenai Yamaha, Rossi merasa kecewa: "Seharusnya ada sesuatu yang harus diperbaiki dalam segi akselerasi, tapi sebaliknya tidak ada perkembangan". *

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA