#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
3 Klub Liga 1 dengan Pemain Asing Mumpuni
22 Juni 2018 20:27 WIB
REGULASI penggunaan pemain asing di kompetisi sepak bola Indonesia sudah ada sejak 1982. Kala itu kompetisi masih bersifat semi-pro dengan nama Galatama (Liga Sepakbola Utama). 

Seiring perkembangannya, regulasi terkait pemain asing dalam kompetisi di Indonesia mengalami beberapa perubahan. Pada Liga 1 2017 misalnya, diterapkan regulasi mengenai marquee player. 

Hanya saja meski berlabel pemain dari luar negeri, tidak menjamin menjadi pilihan utama dalam starting eleven setiap pertandingan. Hal serupa terjadi di Liga 1 2018. 


Baca Juga :
- Tiga Angka Bermakna PSM di Samarinda
- Liga 1 Masuk Nominasi Kompetisi Terbaik Asia

Tapi 3 klub berikut ini rupanya cukup beruntung, karena hingga pekan ke-13, pemain asing yang dimiliki berperan besar dalam mengembangkan permainan tim.

Sriwijaya FC (Dzhalilov, Konate, N’Diaye, Hyun-koo)

TOTAL 21 gol yang diciptakan Sriwijaya FC musim ini bersumber dari kaki serta kepala Dzhalilov dan N’Diaye dengan jumlah 8 gol. Dzhalilov yang merupakan pemain terbaik Piala AFC 2017 sudah menyumbang 4 gol dan 1 assist. Jumlah itu tidak mengecewakan karena di bawah komando coach Rahmad Darmawan, Ia bermain tidak di posisi aslinya sebagai penyerang tengah. Dia justru bermain sedikit melebar di sayap kiri. 

Sementara peran N’Diaye dalam membantu sektor serangan cukup signifikan di musim ini. Dengan posisi asli sebagai bek tengah, duet Hamka Hamzah ini sukses menciptakan 4 gol dan 1 assist yang keseluruhan dari total golnya dari sundulan. 

Kemudian di sektor gelandang serang, Makan Konate memulai kiprah lagi di Indonesia dengan baik. Setelah pada musim 2014 merajut kenangan manis bersama Persib dengan menjadi juara ISL, hingga pekan ke-13 Liga 1 2018, Konate menjadi pemain dengan jumlah assists terbanyak bersama Dedi Hartono winger Mitra Kukar. Total 7 assists! 

Catatan itu dilengkapi jumlah operan sukses yang mencapai angka 441, dan menempati posisi keempat pemain dengan operan sukses terbanyak di Liga 1.

Sedangkan Yu Hyun-koo meski musim ini bukan pilihan utama coach RD di sektor gelandang bertahan, Ia menjadi pelapis sepadan saat Zulfiandi atau Syahrian Abimanyu mendapat panggilan timnas Indonesia.

Persela (Arnaud, Assis, Matsunaga, Wallace)

PERSELA dikenal dengan rekrutan pemain asing yang efektif dari musim ke musim. Beberapa nama seperti Marcio Souza, Fabiano Beltrame, hingga Gustavo Lopez, menjadi pilar penting Joko Tingkir yang belum pernah terdegradasi dari kasta teratas sepak bola Indonesia sejak era ISL 2008/2009.

Musim ini tampaknya tradisi itu akan terus berlanjut. Klub yang bermarkas di Stadion Surajaya ini membuat kejutan di awal musim dengan mendatangkan Loris Arnaud, eks striker PSG. 

Loris Arnaud termasuk dalam 10 pemain Liga 1 2018 yang memiliki nilai kontrak tertinggi. Namun banderol tinggi yang dikeluarkan Persela berbanding lurus dengan performa di lapangan. Hingga pekan ke-13 pemain jangkung itu sudah mencetak 8 gol dan 3 assists. 

Performa ciamik Arnaud tidak lepas dari peran gelandang yang dikomandoi Shohei Matsunaga. Musim ini Shohei Matsunaga bermain lebih ke tengah sebagai playmaker. Bersama Diego Assis, mereka bahu membahu dalam mengkreasikan permainan Persela.

Matsunaga dan Assis masing-masing sudah mencetak 4 gol buat Persela. Dan, juga dari kaki keduanya telah tercipta 5 assists yang menghasilkan gol buat Persela. 

Sementara di lini belakang ada Wallace Costa Alves yang selalu spartan bersama Persela. Terbukti dengan aksinya yang tetap memaksakan bermain, meski luka di kepala saat Persela menghadapi Barito Putera.
Wallace sudah menciptakan 1 gol buat Persela, sehingga dari kuartet pemain asing itu, Persela sudah menciptakan 17 gol dari total 23 gol hingga pekan ke 13 atau berkontribusi 73 persen buat gol Persela.  

Persib (Ezechiel, Bauman, In-kyun, Malisic)

PERFORMA apik Maung Bandung yang diperlihatkan musim ini tidak lepas dari tangan dingin coach Mario Gomez. Ia mengubah pola permainan Persib dari musim lalu memakai 4-2-3-1 menjadi 4-4-2.

Dengan formasi 2 striker, Mario Gomez mempertahankan Ezechiel N’Douassel dan mendatangkan Jonathan Bauman. Dengan ditopang sayap lincah semacam Febri Hariyadi dan Ghozali Siregar, duet Eze dan Bauman sudah menghasilkan 16 gol.

Rinciannya 11 gol dari Ezechiel dan 5 gol serta 2 assists oleh Bauman. Sedangkan di lini tengah, Oh In-kyun bekerja dengan Dedi Kusnandar dalam mengkreasi serangan Maung Bandung.

Pemain asal Korea Selatan ini total sudah mencetak 2 gol serta 2 assists buat Persib. Dengan begitu total sudah 18 gol yang dibuat trio pemain asing Persib atau sama dengan seluruh gol yang dibuat hingga pekan ke-13. 

Penampilan apik sektor tengah dan depan Persib ditopang dengan lini belakang yang solid di bawah komando Bojan Malisic. Persib menjadi tim dengan jumlah kebobolan kedua paling sedikit, di bawah Perseru.


Baca Juga :
- Darurat Pembinaan Suporter Sepak Bola Indonesia
- LIB Pastikan Kompetisi Liga 1 2018 Bergulir Lagi

Bojan Malisic juga mencatat statistik luar biasa dengan 100 persen tekel sukses. Kuartet asing Persib juga selalu menjadi pilihan utama coach Mario Gomez, kecuali diantara mereka ada yang cedera atau dapat skors kartu.*

Syu’bah Ishmatullah

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA