#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Kemp Argentina Pecah, Pemain Minta Pelatih Sampaoli Diganti Sebelum Laga Terakhir
22 Juni 2018 21:37 WIB
NOVGOROD - Sergio Aguero dan Javier Mascherano mengharapkan keajaiban setelah Argentina dipermak Kroasia 3-0. Mereka juga menuntut pelatih Jorge Sampaoli diganti sebelum laga terakhir kontra Nigeria, Selasa (26/6).

Kekalahan pada laga kedua Grup D di Nizhny Novgorod Stadium, Jumat (22/6) dini hari, membuat Argentina di ujung tanduk. Koleksi 1 poin dari 2 pertandingan, Albiceleste terpuruk di urutan ketiga. Raihan sama dibukukan Islandia yang saat ini menghadapi Nigeria. Kroasia sendiri dipastikan menapak ke babak 16 Besar.

Aguero dan Mascherani juga berharap manajer baru sebelum pertandingan terakhir fase grup melawan Nigeria pada 26 Juni nanti. Mereka berharap ada keajaiban sehingga bisa lolos dari maut. 


Baca Juga :
- Kroasia Terdegradasi, Modric Tidak Khawatir Tentang Ballon d´Or
- Rakitic Tumbal Kemenangan Kroasia, Barcelona Kena Getahnya

Aguero kesal setelah tahu dari wartawan bahwa pelatih Jorge Sampaoli mengklaim kekalahan itu karena pada pemain tidak beradaptasi dengan proyeksi sang pelatih. 

Kontan striker Manchester City itu bereaksi. "Biarkan dia mengatakan apa yang diinginkannya," tutur Aguero. 

Namun tak lama kemudian Aguero berbicara dengan Sampaoli. "Saya menjawab sebelum saya benar-benar tahu apa yang dia katakan."

"Saya merasa sedih, marah, tapi masih ada peluang, meskipun sekarang kami bergantung pada tim lain."

"Kami melakukan semua yang bisa kami lakukan. Tapi, sekarang kami hanya bisa berharap keajaiban dan kemudian mengalahkan Nigeria."

Ada laporan bahwa beberapa pemain Argentina ingin Sampaoli digantikan sebelum pertandingan grup terakhir melawan Nigeria.


Baca Juga :
- Inter Butuh Bek Tengah tapi Cari Gratisan Saja, Pemain Tottenham Ini Diincar
- Timnas Kroasia Tumbangkan Spanyol Lewat Laga yang Ketat

Menurut Daily Mail, Jorge Burruchaga - orang yang mencetak gol kemenangan di final Piala Dunia 1986 - telah berkonsultasi dengan FA Argentina untuk mengambil alih pertandingan terakhir.  Laporan menunjukkan perpecahan yang mendalam telah terjadi di kamp.

Mascherano mengakui: “Kami runtuh setelah gol pertama, semuanya tidak sesuai skenario permainan, terdistorsi."* Suryansyah
 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA