#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ujian untuk Tim-tim Tradisi Juara
23 Juni 2018 04:00 WIB
PIALA Dunia 2018 di Rusia sudah memasuki hari ke-10. Sejauh ini, sudah empat tim yang memastikan lolos ke 16 besar. Sesuai prediksi, dari Grup A, tuan rumah Rusia dan Uruguay mampu memaksa Mesir dan Arab Saudi pulang lebih cepat. 

Juara Piala Dunia 1998, Prancis, juga sudah memastikan lolos usai merebut kemenangan kedua (mengalahkan Peru, 1-0) di Grup C. Terakhir, Kroasia di luar dugaan mampu menggilas salah satu favorit, Argentina, 3-0, untuk menjadi tim pertama dari Grup D yang lolos ke fase knockout.
 
Hasil buruk yang dialami Lionel Messi dan kawan-kawan seolah menjadi peringatan keras bagi tim-tim dengan tradisi kuat di Piala Dunia. Peluang Argentina, juara Piala Dunia dua kali (1978 dan 1990) yang memiliki segudang pemain hebat, untuk lolos ke 16 besar kini tergantung pada hasil tim-tim lain di grupnya.
     
Sabtu (23/6) malam atau Minggu dini hari WIB, giliran juara bertahan Jerman yang akan diuji saat menghadapi Swedia. Kekalahan mengejutkan dari Meksiko, 0-1, pada pertandingan pertama membuat kampiun Piala Dunia empat kali (1954, 1974, 1990, dan 2014) itu harus menang. 

Hasil seri akan membuat langkah Die Mannschaft semakin berat. Sedangkan bila kalah, Jerman akan mengikuti jejak Spanyol (pada 2014), Italia (2010), atau Prancis (2002), sebagai tim juara bertahan yang langsung tersingkir di fase grup pada Piala Dunia berikutnya. 


Baca Juga :
- Bukan Sekadar Meragukan Bima
- Sayap Tempur Garuda

Bila Jerman masih waswas karena harus menjalani laga hidup mati melawan Swedia, peraih gelar terbanyak Piala Dunia, Brasil, bisa sedikit bernapas lega. Kemenangan atas Kosta Rika, 2-0, Jumat (22/6) malam, membuat posisi Selecao di klasemen, naik. Dengan empat poin, Brasil memimpin klasemen Grup E karena dua tim lainnya, Serbia dan Swiss, baru bermain dini hari tadi.  
 
Namun, menariknya, hasil riset sejumlah lembaga masih menjagokan Jerman dan Brasil mampu bertemu di final. Kendati sifatnya hanya prediksi, lembaga seperti Universitas Cornell di Amerika Serikat bahkan mencantumkan persentase kemungkinan sebuah tim lolos dari fase tertentu. 

Dalam hasil risetnya dengan mengaplikasi program bernama Artificial Intelligence and Machine Learning, hasilnya didapat peluang Jerman untuk menjuarai Piala Dunia 2018 justru yang terbesar. Menurut hasil riset tersebut, bila Brasil maupun Jerman mampu lolos dari perempat final, mereka akan bertemu di partai puncak. Masih menurut riset tersebut, bila Brasil maupun Jerman tidak mampu melewati perempat final, tim yang berpeluang besar juara tak lain Spanyol!  

Sejumlah fenomena menarik juga terjadi pada laga-laga pertama Piala Dunia ke-21 ini. Khususnya yang melibatkan tim-tim besar. Jerman, Brasil, dan Uruguay misalnya. Mereka begitu perkasa di fase kualifikasi dengan mencetak banyak gol. Tetapi di pertarungan yang sesungguhnya, putaran final Piala Dunia, mereka terlihat sangat sulit membobol gawang lawan. 

Argentina tidak mampu menghancurkan pertahanan tim sekelas Islandia. Mereka pun seolah menghadapi tembok saat melawan Kroasia hingga takluk 0-3. 

Apa yang dialami Brasil saat melawan Kosta Rika saat menjalani laga kedua di Grup E juga membuat banyak pihak mengernyitkan kening. Philippe Coutinho baru mampu memecah kebuntuan dengan mencetak gol pada masa injury time (menit 90+1). Neymar Jr menambah keunggulan Brasil pada menit ke-97. 


Baca Juga :
- Mempertanyakan Mou
- The Last Man Standing

Melihat kecenderungan yang terjadi di Piala Dunia kali ini juga menarik. Hampir semua tim sepertinya hanya fokus merebut hasil akhir. Hingga sejumlah pertandingan kedua berlangsung, hasil paling ketat dan imbang tentu saja masih menjadi laga pertama di Grup B, saat juara Eropa Portugal menahan Spanyol, 3-3. 

Pada pertandingan Portugal versus Spanyol, semua aspek baik teknik, mentalitas, sampai keberuntungan, terlihat jelas. Tidak ada istilah tim yang satu merasa superior ketimbang lainnya. Publik tentu berharap pertandingan-pertandingan ke depan berlangsung seperti laga Portugal melawan Spanyol, yang jika diibaratkan jual beli pukulan dalam tinju.*Tri Cahyo Nugroho  
  

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA