#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tim Gulat Indonesia Kembali ke Indonesia Usai 87 Hari Berguru di Bulgaria
17 Juli 2018 19:33 WIB
JAKARTA - Timnas Gulat Asian Games Indonesia, Selasa (17/7/2018) sore ini sudah meninggalkan Sofia, Bulgaria, kembali ke Indonesia. Mereka menimba ilmu selama 87 hari di sana. 

Sebanyak 12 pegulat putra didampingi manajer tim Gusti Randa serta tiga pelatih, yakni Edem Abduraimov, Buyamin dan Ivanov Stefan Ganchec. Mereka diperkirakan tiba di Bandara Soetta, Cengkareng, Rabu (18/7) pukul 07.45 WIB.

"Semoga tidak ada delay sehingga bisa tiba sesuai jadwal," ungkap Gusti Randa sebelum meninggalkan Sofia, Selasa (17/7) sore. 


Baca Juga :
- Begini Kata-Kata Tim Pelatih Timnas U-19 Qatar Usai Menang Atas Indonesia
- Kata Indra Sjafri Soal Hitung-hitungan Timnas U-19 Indonesia Lolos ke Perempat Final

Harapan agar penerbangan pulang ini tidak delay dikaitkan dengan keterlambatan pada saat rombongan Timnas Gulat Asian Games Indonesia ini meninggalkan tanah air, 21 April 2018 lalu, di mana pesawat yang mereka tumpangi terlambat hingga tiga jam lebih di Bandara Soetta.
 
Keterlambatan berdampak pada penerbangan lanjutan yang mestinya pagi hari ditangguhkan ke sore harinya. "Setiba di tanah air para atlet langsung pulang ke daerahnya masing-masing," kata Gusti Randa. 

"Tiket kepulangan ke daerah sudah dikoordinasikan dengan travel, semuanya diatur untuk penerbangan siang, mengantisipasi delay penerbangan Qatar Air."

Ke-12 pegulat putra yang kembali ke tanah air ini terdiri dari enam pegulat gaya bebas dan enam gaya grego. Enam pegulat gaya bebas adalah Eko Roni Saputra (57 kg/Kaltim), Ardiansyah (65 kg/Kaltim), Rizky Dermawan (74 kg/DKI Jakarta), Fakhriansyah (86 kg/Kalsel), Ronald Lumban Toruan (97 kg/Sumsel), dan Dimas Seto (125 kg/Jatim). Sementara enam pegulat gaya grego, Hasan Sidik (59 kg/Jatim), M.Aliansyah (66 kg/Kaltim), Andika Sulaeman (75 kg/DKI Jakarta), Lulut Gilang Saputra (85 kg/Jatim), Ashar Ramadhani (98 kg/Kaltim), dan Papang Ramadhani (130 kg/Kaltim). 

Dari total 18 pegulat yang dikompetisikan di Asian Games XVIII/2018, enam pegulat putri sudah lebih dulu kembali ke Indonesia pada pertengahan Juni lalu. Yakni, Eka Setiawati (48 kg/Jabar), Dewi Ulfa (53 kg/Kaltim), Mutiara Ayu Ningtias (58 kg/Jatim), Dewi Atiya (63 kg/Jabar), Desi Sinta (69 kg/Banten), dan Ridha Wahdaniyati (75 kg/Kalsel). Saat ini mereka sudah melanjutkan proses pelatihannya di Malang, Jatim, ditangani pelatih Fathur Rahman. 

Sebelum meninggalkan Bulgaria, Gusti Randa bersama para pelatih dan 12 pegulat putra pada Senin (15/6) berpamitan ke KBRI di Sofia. 

Mereka diterima langsung oleh Dubes Sri Astari Rasjid. Perpisahan dengan dubes dan seluruh staf KBRI di Wisma Indonesia, dengan jamuan makan siang dan ramah tamah.

Setelah di Bulgaria selama 87 hari, untuk menjalani proses pelatihan simultan melalui training-camp dengan latih tanding (sparring-partner) melawan para pegulat dari Timnas Bulgaria dan negara-negara lain yang saat bersamaan berlatih di sana, perpisahan dengan pimpinan dan staf KBRI di Sofia terasa berat. 


Baca Juga :
- Update Klasemen Grup A Piala Asia U-19 2018, Indonesia Kalah Head To Head dari Qatar
- Komentar Indra Sjafri Usai Timnas U-19 Indonesia Kalah dari Qatar

Dubes yang di masa mudanya seorang seniwati-ia pelukis- itu tak urung juga mengutarakan harapannya agar Timnas Gulat Asian Games Indonesia dapat tampil baik pada saatnya nanti. Kometisi gulat Asian Games XVIII/2018 digelar 19-22 Agustus di JCC, Senayan.*


 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA