#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Mantan Atlet Judo Terduga Teroris Buka Usaha dari Bonus Medali Emas PON
21 July 2018 15:20 WIB

YOGYAKARTA -- Ditangkapnya terduga pelaku teror oleh Densus 88 di Sleman, Yogyakarta belum lama ini menyeret sosok mantan atlet judo. Tidak tanggung-tanggung, sang atlet yang menjadi terduga teroris ini adalah atlet yang sempat menjadi ikon olah raga judo bagi kontingen Yogyakarta di arena Pekan Olah Raga Nasional (PON).

“Terus terang saya sangat kaget mantan atlet kami dikabarkan ditangkap oleh Densus 88 terkait kasus terorisme. Sama sekali tidak terduga dan benar-benar mengagetkan,” kata mantan pelatih judo yang kini adalah Ketua Pengurus Daerah Judo DIY periode 2017-2021, Pradipto kepada TopSkor.id, Sabtu (21/7/2018).

Dia mengatakan mantan atletnya yang berinisial IA ini adalah sosok yang sudah memiliki sederet pengalaman dan prestasi di level nasional.

Dikatakan Pradipto, IA adalah peraih medali emas judo di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 di Kalimantan Timur. Sebagai mantan pelatih dari IA, dia mengaku tak menyangka sama sekali jika mantan atletnya ini berubah banyak dan bahkan mengikuti paham yang tak biasa.

Pradipto menambahkan dia kali terakhir bertemu dengan IA pada tahun 2011 silam. “Saat itu IA pamit pada saya untuk mengurangi aktivitas di dunia judo. Dia ingin mengembangkan usaha rumah makan yang kemarin menjadi lokasi penangkapannya,” tambah Pradipto.

Usaha rumah makan milik IA disebut Pradipto adalah juga berasal dari keberhasilannya meraih medali emas di PON. Bonus Rp 100 juta dari Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah modal berharga IA untuk membangun usaha rumah makannya.

“Bagaimana pun juga dia sempat menjadi ikon olahraga di Yogyakarta karena menjadi peraih medali emas pertama dari Yogyakarta di cabang Judo,” tandas Pradipta.*

 

BERITA TERKAIT

news
Penulis adalah penggila sepak bola nasional dan seorang Milanisti. Fotografi dan dunia olahraga menjadi teman keseharian. Penulis juga pecinta kucing dan ikan koi.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA