#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Pelatnas Triathlon Biaya Sendiri,  Sudah Habis Rp 2 Miliar
10 Agustus 2018 17:38 WIB
JAKARTA - Nasib triathlon benar-benar miris. Meski sudah terdaftar sebagai kontingen Indonesia, mereka harus menanggung biaya sendiri untuk pelatnas Asian Games 2018.

"Sampai saat ini, Triathlon yang sudah masuk daftar Kontingen Indonesia tak dapat anggaran pelatnas Asian Games 2018 dari Kemenpora sepeserpun. Seluruh biaya kita tanggung sendiri," kata Manajer Tim Triathlon Asian Games 2018, Armand van Kempen yang dihubungi melalui telepon selular, Jumat (10/8) malam.  

Menurut Armand, Triathlon mulai menjalani pelatnas sejak Februari 2018. Bahkan, mereka sudah menjalani uji coba ke Filipina, Juli lalu. 


Baca Juga :
- Es Krim Campina Dukung Asian Para Games 2018
- Dana Pelatnas Triathlon Sudah Masuk, Mark Sungkar Minta Maaf

"Sejak mulai Pelatnas sampai sekarang sudah menghabiskan dana sekitar Rp 2 miliar.  Itu termasuk biaya akomodasi, gaji atlet, pelatih, pembelian peralatan sepeda, uji coba ke luar negeri dan lain-lain," paparnya.

Selama ini dana pelatnas ditanggung oleh dirinya sendiri. Ongkos itu semata hanya untuk menyelamatkan Triathlon dan menjaga nama baik bangsa dan negara di Asian Games 2018.

Sebenarnya, kata Armand, pihak Kemenpora telah menyetujui anggaran pelatnas Asian Games 2018 sebesar Rp 3,5 miliar yang diusulkan Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia (PP FTI) pimpinan Mark Sungkar. Namun, anggaran tersebut tidak dikeluarkan Deputi IV Kemenpora, Mulyana dengan alasan adanya dualisme organisasi. 

Armand menduga dana pelatnas triathlon tersebut tidak dikeluarkan karena ada campur tangan oknum pegawai Kemenpora yang menjadi Anggota Tim Verifikasi Anggaran Pelatnas Asian Games 2018. 

"Saya minta Menpora memberikan teguran keras kepada oknum Kemenpora yang menjabat Anggota Tim Verifikasi sekaligus menjadi pengurus PP FTI tandingan. Dia lah yang menghalangi dana pelatnas triathlon Asian Games 2018 tidak dikeluarkan," tudingnya. 

Harusnya, kata Armand, Kemenpora tidak perlu lagi mempermasalahkan  dualisme organisasi. Apalagi, PP FTI pimpinan Mark Sungkar diakui KONI Pusat dan telah terdaftar sebagai anggota resmi organisasi triatlon internasional (International Triathlon Union -ITU). 

"Pengakuan KONI Pusat dan ITU itu sudah bisa dijadikan patokan bahwa hanya PP FTI pimpinan Mark Sungkar yang sah. Sedangkan PP FTI pimpinan Joko Warsito tidak sah. Apalagi, kita telah diberikan kepercayaan menggelar Test Event Triathlon Asian Games 2918 di Palembang, Juli 2017," tegasnya. 


Baca Juga :
- Jet Ski Diperjuangkan Dipertandingkan di SEA GAMES
- Indonesia Finis Peringkat 4 Asian Games 2018, Lewati Target 7 Besar

Sementara itu, Mulyana yang coba dikonfirmasi melalui telepon selular belum bersedia memberikan keterangan. Dia hanya menjawab melalui WhatsApp bahwa dirinya sedang rapat.*

Skuat Tin Triathlon Indonesia :
Tim Manajer: Armand Van Kampen
Pelatih : Cali Amaral (Brasil)
Atlet: Asihta Aulia, Eva Desiana, Ameera, Jauhari Johan, Andi Gumilang, Ahlul Firman.

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA