#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ini Profil Manusia Terkaya di Indonesia yang Tampil di Asian Games 2018
15 Agustus 2018 05:04 WIB
JAKARTA – Panitia Nasional Penyelengggara Asian Games XVIII2018 mencatat dua rekor untuk pesta olahraga empat tahunan ini. Yaitu, olahragawan tertua dan termuda pada Asian Games ini.

Untuk atlet termuda, disandang Aliqqa Novvery pada cabang olahraga (cabor) skateboard. Remaja ini lahir pada 2 April 2009.

Sementara, atlet tertua pada Asian Games 2018 disandang Michael Bambang Hartono. Pemilik Grup Djarum dan pemegang mayoritas saham BCA ini merupakan kelahiran 2 Oktober 1939.


Baca Juga :
- Salut! Demi Olimpiade 2020, Greysia Polii Tunda Gantung Raket
- Indonesia Finis Peringkat 4 Asian Games 2018, Lewati Target 7 Besar

Alias, usianya kini 78 tahun. Meski begitu, Bambang tetap enerjik sebagai olahragawan.

Bagi pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, ini, usia tidak menghalanginya untuk berlaga di Asian Games 2018. Bambang berusaha untuk mempersembahkan medali emas bagi Indonesia lewat bridge.

Perjalanan Bambang menggeluti bridge mungkin belu ada tandingannya di Tanah Air. Semua berawal pada 1947 ketika orangtuanya bermain bridge di rumah.

“Awalnya, saya senang menonton orangtua main bridge di rumah. Sampai, tiba saatnya saya juga diajak main karena pemainnya kurang. Sejak saat itu, saya jatuh cinta dengan olahraga ini,” kata Bambang saat ditemui TopSkor.id di Kantor PT Djarum, Sabtu (11/8).

Sosok yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB Gabsi) 2014-2018 ini mengurai alasannya untuk terus berkiprah di bridge.

Pertama, olahraga kartu ini bisa membentuk seseorang mengasah kemampuan dalam menganalisis  lawan serta permainannya.

“Bridge juga membuat kita bisa memetakan kekuatan dan kelemahan lawan. Di satu sisi, kita juga bisa belajar mengambil keputusan yang tepat dalam waktu relatif singkat,” Bambang menjelaskan.

Pengusaha yang menurut Forbes sebagai manusia terkaya di Indonesia dengan aset 11,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 165 triliun ini menyebut bridge berguna pada aspek lain. Misalnya, pekerjaan.

Bisa dipahami mengingat profesi Bambang sebagai pebisnis. Saudara Robert Budi Hartono ini menyebut banyak orang hebat sebagai maniak bridge seperti Bill Gates, Deng Xiaoping, dan lainnya.

Nah, kegemarannya itu membuat Bambang hingga kini masih terdaftar sebagai atlet nasional bridge dengan mengoleksi banyak gelar juara. Baik nasional maupun regional dan bahkan internasional.

Dengan segudang pengalaman dan prestasinya di bridge, Bambang berharap bisa mengharumkan nama bangsa di Asian Games 2018. Itu yang akan dipersembahkannya untuk Indonesia setelah sukses berbakti lewat Djarum Foundation dan PB Djarum yang jadi kawah candradimuka pebulu tangkis di Tanah Air.


Baca Juga :
- ISS Indonesia Acungkan 2 Jempol untuk Pengunjung GBK Selama Asian Games 2018
- Lebihi Target di Asian Games 2018, Wushu Indonesia Tetap Lakukan Evaluasi

“Saya optimistis, bridge bisa menyumbangkan dua emas di Asian Games 2018. Saya dan tim akan berusaha untuk meraih hasil yang terbaik,” Bambang, mengungkapan.***
 

Profil Michael Bambang Hartono
Nama: Michael Bambang Hartono
Tempat dan tanggal lahir: Semarang, 2 Oktober 1939
Profesi: Pengusaha
Organisasi olahraga: Ketua Dewan Pembina Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia
Atlet cabang: Bridge

Prestasi
2000: Perunggu PON XV Surabaya
2008: Perunggu PON XVIII Riau
2008: Peringkat tiga Kejuaraan World Bridge Games – Open Team Senior di Cina
2009: Peringkat tiga Kejuaraan World Team Championships – Open Team Senior di Brasil
2009: EmasKejuaraan Zona Asia Senior
2010: Peringkat tiga kejuaraan World Bridge Series Championships – Open Team Senior di Amerika Serikat
2011: Peringkat lima Kejuaraan World Team Championships – Open Team Senior di Belanda
2011: Emas Kejuaraan Zona Asia Senior
2013: Peringkat enam Kejuaraan World Team Championships – Open Team Senior di Indonesia
2014: Peringkat lima Kejuaraan World Bridge Series Championships – Open Team Senior di Cina
2015: Peringkat 10 World Team Championships – Open Team Senior di India
2017: Emas kejuaraan Zona Asia Senior

BERITA TERKAIT

news
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA