#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
ISS Indonesia Acungkan 2 Jempol untuk Pengunjung GBK Selama Asian Games 2018
06 September 2018 16:54 WIB
JAKARTA – Asian Games 2018 sudah berakhir. Tepatnya sejak closing ceremony di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 2 September lalu. Indonesia tergolong sukses dengan meraih 31 emas yang menempatkan pada posisi empat perolehan medali.

Selain prestasi, Indonesia juga sukses sebagai penyelenggara. Misalnya, terkait kebersihan dengan cerminan masyarakat yang membuang sampah pada tempatnya.

Fakta tersebut diakui ISS Indonesia, perusahaan layanan fasilitas terintegrasi terkemuka yang berkantor pusat di Copenhagen, Denmark, mengapresiasi kepedulian pengunjung maupun relawan untuk ikut menjaga kebersihan dan kenyamanan area GBK selama Asian Games 2018. Perilaku bersih ini diharapkan terus berlanjut dan tidak terbatas ketika ada kegiatan besar saja.


Baca Juga :
- Sukses di Asian Games 2018 Jadi Modal Menuju Olimpiade 2020
- Kemenpora Luruskan Bonus Asian Games 2018 yang Belum Sampai

Itu diungkapkan EVP Head of Operation Medium to Large Account ISS Indonesia Harinuan Dongoran. Menurutnya, kepedulian publik terhadap kebersihan dan kenyamanan GBK bukan saja telah membantu kerja para petugas kebersihan termasuk dari ISS Indonesia. Melainkan juga menciptakan citra positif Indonesia sebagai bangsa yang bersih ke dunia internasional.

“Kami melihat ada perubahan positif pada perilaku pengunjung GBK selama Asian Games 2018. Terutama jika dibandingkan ketika kami bertugas saat final Piala Presiden 2018 beberapa waktu lalu yang juga diwarnai aksi perusakan suporter,” ujar Harinuan dalam jumpa pers di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (6/9).

“Kami sangat menghargai dan berterima kasih atas kontribusi masyarakat. Termasuk, juga relawan kebersihan. Ini artinya kita sudah memiliki pemahaman yang sama, bahwa GBK merupakan aset bangsa yang harus dijaga bersama.”

Dalam catatan TopSkor.id, perilaku bersih pengunjung selama Asian Games 2018 juga didorong kondisi GBK saat ini yang memang lebih nyaman. Hal itu membuat pengunjung enggan untuk membuang sampah sembarangan.

“Kondisi GBK saat ini memang bebrebda deibandingkan ketika pada awal-awal kami bertugas. Sekarang, tempat sampah sudah banyak tersedia yang jumlahnya lebih dari 1000 buah termasuk 200 bak sampah yang disediakan ISS. Selama Asian Games 2018, tenaga kebersihan juga selalu keliling, jadi memudahkan pengunjung yang ingin buang sampah. Kami, dari ISS indonesia punya misi bahwa keberadaan kami harus bisa menularkan perilaku bersih kepada masyarakat dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman,” Harinuan, menambahkan.

ISS Indonesia mulai memberikan layanan kebersihan di GBK termasuk Kantor Pusat Pengelolaan Komplek GBK sejak pertengahan 2017. Untuk perawatan kebersihan, Komplek GBK sehari-hari, ISS mengerahkan 400 tenaga kebersihan (cleaner) yang tersebar pada 14 venua dan area sekitarnya yang ada di GBK dengan luas 150 hektar.

Selain itu,  ISS Indonesia juga dipercaya Panitia Nasional Penyelenggara Asian Games XVIII/2018 (INASGOC) untuk memberikan layanan kebersihan selama Asian Games 2018 untuk area ring 1 dan ring 2 (venue dan are asekitar venue). Terkait kerja sama tersebut, ISS Indonesia menerjunkan lebih dari 200 cleaner tambahan.

“Jadi, selama Asian Games 2018, ISS Indonesia menempatkan total lebih dari 600 cleaner yang dibagi jadi tiga shift untuk menjaga kebersihan GBK selama 24 jam. Untuk pengelolaan kebersihan GBK selama Asian Games 2018 ini dibagi jadi empat area dari ring 1 hingga 4. Tugas dan tanggung jawab kami ada di ring 1 dan 2, yaitu seluruh venue yang digunakan atlet berkompetisi serta area sekelilingnya,” Harinuan, menjelaskan.

Dalam kesempatan itu, INASGOC maupun pengelola GBK memang tidak memberikan target waktu bagi mereka untuk membersihkan venue setelah digunakan. Namun, ISS harus memastikan bahwa venue harus siap dalam kondisi bersih kapan pun akan digunakan.

“Untuk pengelolaan kebersihan selama Asian Games 2018 ini lebih kepada manajemen manpower. Kami biasanya menempatkan tenaga standyby selain cleaner yan gbertugas di dalam venue. Karena, tidak semua orang bisa masuk dalam venue. Tenaga standby ini untuk mengantisipasi jika venue harus dibersihkan dalam waktu singkat karena akan digunkan lagi. Jika ternyata masih kurang, ISS akan memobilisasi tenaga tambahan, misalnya dari area lain yang saat itu pekerjaannya tidak padat.”


Baca Juga :
- Jonatan Christie Harap Medali Emasnya Bikin Pemain Muda Termotivasi
- Rayakan 60 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia Duel Persahabatan dengan Jepang

Selama dua pekan Asian Games 2018 berlangsung, hampir tidak ditemukan sampah yang berserakan termasuk di area sekeliling venue. Selain karena banyaknya tempat sampah yang tersedia, ISS juga mengoperasikan gerobak maupun kendaraan pengangkut sampah yang selalu berkeliling sehingga ketika ada tempat sampah yang penuh langsung diangkut dan diganti. Dengan begitu, tidak ada sampah yang berserakan karena tempat sampah tidak bisa lagi menampung.

“Tentu saja, hal ini juga terjadi karena kepedulian masyarakat yang tidak membuang sampah sembarangan. Selama Asian Games 2018, rata-rata volume sampah di area yang kami kelola beriksar tiga ton per hari. Angka ini relatif kecil Kami berharap perilaku bersih ini bisa berlanjut ke depannya dan tidak hanya GBK saja melainkan juga fasilitas publik lainnya,’ lanjut Harinuan, optimistis.***

BERITA TERKAIT

news
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA