#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Asian Para Games 2018: Guntur Senter Fokus di 100 Meter Gaya Dada
14 September 2018 22:20 WIB
JAKARTA - Guntur Senter sudah siap tempur di Asian Para Games 2018 di Jakarta. Tiap hari dia menggembleng dirinya di Kolam Renang Tirta Bhirawa Yudha Kopassus, Solo, Jawa Tengah.

"Saya latihan dari jam 6.00-08 pagi. Sore kembali ke kolam renang dari jam 17-20.00. Sejauh ini persiapan sudah mencapai 85 persen," kata Guntur mengawali pembicaraan.

Guntur Senter meninggalkan kampung halamannya di Balikpapan, Kalimantan Timur. Manusiawi jika perenang kelahiran 12 Oktober 1983 ini mengaku kangen keluarga. Rasa boring dan lelah harus dihadapinya. 


Baca Juga :
- Indonesia Sukses Sabet 6 Medali Emas di Para Badminton Internasional 2018
- Cabor Atletik Terbanyak Distiribusikan Medali Bagi Kota Bandung

Tapi, dia berusaha fokus latihan. Guntur bertekad memberikan yang terbaik bagi Indonesia di Asian Para Games 2018 di Jakarta, 6-13 Oktober mendatang. "Pokoknya saya sudah siap segalanya, secara fisik maupun mental," tuturnya.

Guntur Santer akan tampil di nomor 100 meter gaya dada, 100 meter kupu-kupu, 50 meter gaya bebas, 400 meter estafet gaya ganti, dan 400 meter estafet gaya bebas. Tapi, peluang terbesar meraih medali ada di nomor 100 meter gaya dada.

"Saya fokus di gaya dada 100 meter. Peluang medali lebih besar di sana. Saya akan berusaha meraihnya dan memperbaiki catatan waktu terbaik saya," tekadnya.

Pada ASEAN Para Games 2017 di Malaysia, Guntur meraih medali emas 100 meter gaya dada SB-8. Dia mencatat waktu terbaik 01;20.53 detik meski hanya menggunakan satu tangan. Dia memecahkan rekor atas namanya sendiri 1;22.10 detik yang dibukukan pada AGP VIII di Singapura, 4 Desember.

Guntur menyadari perenang Cina sangat tangguh dan menjadi saingan terberat. Tapi, dengan hasil try out ke Jerman, Gresik dan Magelang, ia yakin peluang meraih medali cukup besar.

"Peluang tentu ada. Apalagi kita tampil di negeri sendiri. Saya harap dapat support dari masyarakat Indonesia. Itu modal lebih dari kekuatan yang saya miliki," ujarnya.

Guntur sejatinya dilahirkan dengan fisik yang sempurna. Dia berasal dari keluarga nelayan. Laut, ombak, maupun badai, sudah diakrabinya sejak kecil. Tapi, malang tak bisa dihindari. Pada tahun 2000 saat melaut, dia mengalami kecelakaan kapal motor di Kaltim. Tangan kirinya tergiling oleh mesin kapal nelayan.

Kondisi tersebut sempat membuat Guntur terpuruk. Namun ia sadar bahwa keterpurukannya hanya akan menambah penderitaan dan kesedihan. Hingga akhirnya perlahan ia bangkit dan bersiap melanjutkan hidup. Keterampilannya dalam hal berenang tak ingin ia sia-siakan. Ia manfaatkan hal tersebut sebagai peluang.


Baca Juga :
- PEPARDA V/2018, Minggu Sore Ini Resmi Dibuka
- Setelah Sponsor, INAPGOC Juga Akan Beri Apresiasi untuk Media

Kemampuan renang Pria berusia 34 tahun ini tidak berkurang meski dia hanya mengandalkan ayunan tangan kanannya. Malah dengan satu tangan, Guntur merasa bisa berenang lebih cepat dari sebelumnya kala memiliki dua tangan.

"Saya awalnya juga tidak percaya, kok dengan tangan satu malah saya lebih cepat berenang. Inilah yang membuat saya termotivasi untuk terus latihan ingin menunjukkan pada semua orang, bahwa kekurangan juga bisa berprestasi, kekurangan bisa menembus keberhasilan," kenang Guntur.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA