#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Juara Piala Asia? Mengapa Tidak
21 September 2018 04:00 WIB
YANG kecil akan menjadi besar, yang belia akan menjadi lebih matang. Itu merupakan proses alamiah dalam kehidupan manusia. Semua mengalaminya. Yang membedakan, adanya momentum dalam pertumbuhan tersebut. Bagi timnas Indonesia U-16, momentum itu pernah terjadi ketika tampil sebagai juara Piala AFF 2018, Agustus lalu.

Ya, alangkah menyenangkan ketika melihat timnas Indonesia U-16 juara Piala AFF, saat David Maulana dan kawan-kawan mengukuhkan diri sebagai juara dengan mengalahkan Thailand. Di Sidoarjo, 11 Agustus lalu. Dari sanalah telah lahir pemain-pemain masa depan Indonesia. Pemain belia yang akan menjadi harapan publik sepak bola dan olahraga Indonesia seiring bertumbuhnya usia.

Ernando Ari Sutaryadi, Amiruddin Bagas Kaffa, Komang Teguh Trisnanda, Fadillah Nur Rahman, Andre Oktaviansyah, Brylian Aldama, Mochammad Supriadi, atau Amanar Abdilah di antara tunas yang tumbuh dengan ditandai keberhasilan meraih trofi Piala AFF 2016. Kini, mereka akan kembali beraksi dalam ajang yang lebih tinggi levelnya: Piala Asia (AFC Cup) U-16 2018, yang digelar di Malaysia mulai 20 September hingga 7 Oktober.


Baca Juga :
- Klopp Disukai karena Filosofinya
- City Memang Beda

Ya, hari ini, pasukan Fakhri Husaini akan beraksi, diawali dengan pertandingan menghadapi timnas Iran U-16 dalam penyisihan Grup C. Setelah itu, tiga hari kemudian atau Senin (24/9), timnas Indonesia U-16 menantang Vietnam U-16. Pertandingan terakhir dalam grup ini akan digelar pada Kamis (27/9), Indonesia menghadapi India U-16. Piala AFC U-16 jalan untuk menuju ajang yang lebih tinggi lagi. Seperti diketahui, empat tim yang berhasil ke semifinal akan mendapatkan tiket tampil dalam Piala Dunia U-17 pada 2019 nanti yang akan digelar di Peru.

Bayangkan para generasi muda sepak bola Indonesia tampil dalam ajang dunia. Harapan tersebut menjadi cita-cita yang dapat diwujudkan. Pasukan Fakhri Husaini datang dengan predikat sebagai juara Piala AFF U-18. Ini saat yang tepat untuk mengukir prestasi terbaik. Iran contohnya, tim yang akan akan dihadapi Indonesia ini membuktikan bahwa mereka bisa tumbuh meski dengan situasi negeri yang tidak kondusif. Tim ini pernah juara pada 2008. Bahkan pada 2016 nyaris juara sebelum akhirnya kalah dari Irak di final.

Lawan yang lain yaitu Vietnam, juga memiliki potensi untuk meraih hasil positif. Sebagai tim yang lebih muda, mereka bisa menjadikan pencapaian para senior sebagai motivasi. Seperti diketahui, timnas Vietnam yang lebih senior (U-23), meraih peringkat keempat pada Asian Games 2018 lalu. Bahkan sebelumnya juara PIala Asia U-23.

Bagaimana dengan India? Tim ini datang dengan rapor cukup mengesankan yaitu tidak pernah kalah sepanjang kualifikasi. Ya, demikianlah, masing-masing tim dalam Grup C ini memiliki keistimewaan tersendiri, termasuk tentu Indonesia. Kita memiliki bekal yang cukup menyongsong pertempuran ini di antaranya rapor tidak terkalahkan dalam ajang uji coba, di antaranya imbang lawan Oman (3-3) setelah sebelumnya mengalahkan dua klub asal Malaysia.


Baca Juga :
- Liga Europa Cukup Pantas
- Drama Pogba Selanjutnya

Dari tiga laga itu pula, timnas Indonesia U-16 total telah menorehkan 16 gol dan hanya kemasukan tiga gol. Karena itu, dengan statistik tersebut serta persiapan yang telah dilakukan, ada harapan untuk meraih hasil terbaik. Juara? Mengapa tidak.*Irfan Sudrajat

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA