#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Penikmat Sepeda Nusantara Lumajang Meningkat Pesat
23 September 2018 11:03 WIB
LUMAJANG - Pria paruh baya itu begitu ceria. Dia tampak lebih muda dari usianya yang sudah 63 tahun. Buntaran Supriyono, tak mau kalah dalam urusan kesehatan dengan anak generasi milenial.

"Tiap hari saya bersepeda sejauh 15 km," kata Buntaran, mantan wakil Bupati Lumajang, Jawa Timur, yang ikut bergowes Sepeda Nusantara Etape Harmoni Lumajang, Minggu (23/9).

Buntaran yang pensiun Agustus lalu, bergabung dengan klub gowes MBC (Mbolang Cycling Club). Meski mendapat tempat kehormatan duduk di tribun VIP, tapi dia memilih berbaur dengan masyarakat pecinta sepeda. 


Baca Juga :
- BIFC 2018 Sukses, Kemenpora Dorong Pemassalan Turnamen Internasional
- Final Sesama Indonesia Tergantung Bara FC

"Komunitas sepeda di Lumajang meningkat pesat. Saat ini ada lebih dari 70 klub di tiap kecamatan dan desa," ujar Buntaran yang tiap hari buka prakter dokter umum.

Jonni Mardizal, staf ahli bidang ekonomi kreatif Kemenpora bersama peserta Sepeda Nusantara Lumajang.

Di sudut Stadion Semeru lainnya berbagai kelompok sepeda sibuk mencari tempat parkir. Stadion yang digunakan untuk Liga 2 itu seperti tak mampu menampung antusiasme penikmat olahraga sepeda.

Tercatat tak kurang dari 10.000 orang ikut Sepeda Nusantara hajatan yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lumajang dan Kementrian Pemuda Olahraga pimpinan Imam Nahrawi ini.

"Kami datang dari Bonsari sekitar 7km dari sini. Kami tak mau melewatkan kegiatan ini," ujar Subed Cahyono dari klub sepeda Bontel (Bonsari Ontel) desa Yosowilangun, Lumajang.

Dikatakan ada 160 orang dari klub Bontel yang ikut berpartisipasi. Mereka mengaku sudah mengikuti berbagai event gowes di Jawa Timur seperti di Malang, Blitar, Surabaya, Pasuruan bahkan Bali sekalipun.

"Bukan hadiah yang kami cari, tapi kesehatan dan pertemanan. Sesuai dengan moto pecinta sepeda ontel: satu sepeda sejuta saudara," tuturnya.

Sepeda Nusantara adalah program yang digagas Kementrian Pemuda dan Olah Raga dengan mengusung tagline Ayo Olahraga. Selain olah raga, Sepeda Nusantara bertujuan menyentuh beberapa aspek di antaranya sektor ekonomi dan pariwisata, memperkuat ketahanan sosial, memperluas kesadaran lingkungan dan hemat energi.

Bendera start etape sejauh 16 km ini dikibaskan oleh Jonni Mardizal, staf ahli bidang ekonomi kreatif Kemenpora. Para peserta tampak berdesakan sebelum melintasi medan pedesaan, persawahan, perkotaan, tanjakan yang melintasi Sungai Babakan dan kembali ke Stadion Merapi. 

"Antusiasme masyarakat Lumajang sangat tinggi. Mereka tampaknya memahami filosofi sepeda yakni belajar sepeda kita pernah jatuh, lalu bangkit lagi. Sepeda mengajarkan keseimbangan hidup dan bergerak. Sepeda juga alat transportasi yang paling murah meriah. Terpenting lagi, bersepeda melatih kita untuk hidup sehat," kata Jonni Mardizal. 

"Progam ini hanya sebagai triger, selanjutnya silakan daerah mengembangkannya," lanjutnya.

Sementara itu, Plt Kadispora Kabupaten Lumajang Agus Budianto mengatakan jumlah peserta kali ini meningkat lebih dari 3 kali lipat dibanding sebelumnya yang hanya diikuti sekitar 2500 peserta. 

Berarti, kata Agus Budianto, masyarakat Lumajang sangat senang dengan progam Ayo Olahraga yang digagas Kemenpora. Dia tak luput mengucapkan terima kasih kepada Menpora Imam Nahrawi yang telah memberi kepercayaan kepada Lumajang untuk kali kedua sebagai penyelenggara Sepeda Nusantara.   

"Kami sangat bangga dipercaya. Ini kali kedua. Masayarakat sangat antusias. Bukti masyarakat Lumajang ingin hidup sehat. Sekitar 10.000 yang ikut bergowes dan senam 'Ayo Olahraga' 15 ribu," kata Agus Budianto.


Baca Juga :
- Tidak Hanya Bonus, Atlet Berprestasi Bisa Jadi PNS
- 2019 Tahun Politik? Prestasi Olahraga Jalan Terus

Menurutnya Lumajang bukan hanya menggelorakan masyarakat gaya hidup sehat dengan bersepeda. Melalui event ini juga dijadikan momentum untuk mendukung pagelaran Asian Para Games 2018 yang akan digelar 6-13 Oktober. Itu dibuktikan dengan terbentang beberapa spanduk Asian Para Games 2018 serta melibatkan kaum disabilitas dalam senam Ayo Olahraga di Stadion Semeru.*

Buntaran Supriyono (tengah) mantan wakil Bupati Lumajang

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA