#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Persib Vs Persija, Belajarlah dari Donald Trump dan Kim Jong-un
26 September 2018 20:49 WIB
PARTAI klasik Persib vs Persija kembali menelan korban jiwa. Ini sudah seperti aksi berbalas pantun. Mati di sana, mati di sini. Nyawa balas nyawa. Tidak elok, apalagi lucu.

Ini masalah berat. Seharusnya sudah bisa ditangani sejak dulu. Sayangnya pemegang kebijakan hanya responsif di awal-awal kejadian. Setelah itu lupa, tidak peduli lagi.

Suporter juga begitu. Fanatik dipahami sebagai berani bertaruh nyawa. Fans garis keras? Sekeras apa? Kalau sudah keras mau apa? Loyalitas boleh, tapi menyabung nyawa bukan pilihan bijak.


Baca Juga :
- Jawaban Persib Soal Wesley Sneijder Jadi Marquee Player
- 9 Tim ASEAN Siap Menggebrak Liga Champions Asia 2019

Masyarakat kita sudah terkenal murah senyum, terbuka dengan pendatang sekalipun. Kadang-kadang malah kebablasan bersikap seperti inlander. 

Tapi di bagian lainnya masyarakat kita mudah marah, ngamuk, bersumbu pendek, pendendam. Menggebuki manusia sudah seperti apa saja. Ini manusia, makhluk sempurna ciptaan Tuhan.

Sekarang kalau sudah kejadian begini, berputar-putar lagi. Siapa mau apa, siapa tanggung jawab apa, harus bagaimana. Berputar-putar seperti labirin yang sulit ditemukan ujung jalan keluarnya.

Semua pusing memikirkan jalan keluar. Berbelit-belit. Sejuta pertimbangan dan alasan. Itu sudah lama begitu, tapi ternyata jatuh korban lagi, jatuh korban lagi.

Sebetulnya seberapa susah menggelar pertandingan Persib vs Persija itu tanpa menelan korban jiwa? Seharusnya tidak sulit kalau suporternya bisa mikir, aparat keamananannya sigap, panpelnya maksimal, termasuk operator kompetisinya cerdas.

Tapi itu sepertinya hanya utopia belaka. Mengharapkan sesuatu yang mungkin baru bisa terjadi 5 tahun? 10 tahun? 20 tahun? Atau sampai Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia.

Namun solusi jangka pendek harus didapat. Jangan sampai hanya karena satu pertandingan, Persib vs Persija, semua menanggung beban derita.

Bicara solusi jangka pendek, ada baiknya partai rawan Persib vs Persija ini digelar saja di luar negeri. Barangkali Singapura bisa menjadi pilihan.

Tidak jauh dari Indonesia. Bahkan Persib dan Persija tidak akan berat membeli tiket untuk berangkat ke Singapura, karena pastinya lebih mahal kalau tandang ke Jayapura atau Serui.

Tujuan menggelar partai Persija vs Persija ini menurut penulis relatif masuk akal sebagai solusi jangka pendek. Murah, tetap bisa digelar dengan penonton, dan tetap bisa disiarkan langsung.

Disebut murah karena biaya ke Singapura sudah disebutkan di atas relatif lebih murah dibandingkan tandang ke wilayah timur Indonesia. 

Kemudian penonton yang datang sudah terseleksi dengan sendirinya. Punya paspor, punya duit, dan datang untuk benar-benar menikmati laga seru Persib vs Persija. Bukan remaja tanggung atau pengangguran yang hanya modal nekat. Sekalian juga bisa memberi hiburan buat Bobotoh dan The Jakmania yang ada di negeri jiran.

Pemilik hak siar juga tidak perlu khawatir kesulitan menayangkan pertandingan itu. Ongkos kerja sama dengan stasiun televisi di sana untuk memproduksi siaran langsung tidak mahal-mahal amat.

Tinggal bagaimana operator kompetisi dengan dibantu PSSI, melakukan lobi dengan federasi sepak bola setempat. Penulis yakin Singapura tidak akan keberatan menjadi "tuan rumah" Persib vs Persija. 

Masih ingat kan bagaimana Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un bertemu dan makan bareng di Singapura? Pertemuan dua pemimpin negara produsen nuklir itu aman-aman saja.


Baca Juga :
- Persib Tetapkan Target Jangka Pendek
- Ribuan The Jakmania Pawai Juara Persija, Aparat Kepolisian Kerja Keras

Jadi, sudah pindahkan saja tiap pertandingan Persib vs Persija untuk sementara waktu ke Singapura. Sampai benar-benar mental suporter siap untuk awaydays yang aman dan nyaman.

Mau setahun, dua tahun, 5 tahun, 10 tahun, atau sampai Indonesia lolos ke Piala Dunia tadi, mainkan saja laga Persib vs Persija di luar negeri. Insya Allah tidak akan ada nyawa mati sia-sia.*

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA