#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Kisah Kurus, Susah Makan, dan Kurang Gizi
28 September 2018 04:22 WIB
MOCHAMMAD Supriadi terlihat kekurangan gizi. Tubuhnya kurus. Saat kamera mengarah kepadanya, ia menunduk atau menghindar. Sifat malunya sangat kentara. Dia pun tidak banyak bicara. Itu terjadi pada 2017, saat ia baru bergabung dalam latihan timnas Indonesia U-16 di Komplek Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

Setelah satu tahun telah berlalu, kini tubuh Supriadi lebih atletis. Badannya lebih berisi dan sudah percaya diri saat berhadapan dengan kamera jurnalis. Namun, kondisi tubuhnya yang mulai berisi bukan tanpa dampak. Bila dulu kecepatan Supri sulit ditandingi, kini akselerasinya sedikit berkurang.

“Sekarang Supri sudah percaya diri. Buka baju pun sudah pede (percaya diri) dia. Cuma, kalau diperhatikan, sekarang kecepatannya sedikit berkurang. Namun, ada kelebihan yang meningkat. Dia sekarang semakin berani duel dengan lawan dan tendangannya makin keras,” kata dokter timnas Indonesia U-16, Dicky Muhammad Shofwan.


Baca Juga :
- Indra Sjafri Mantu, Berikut Doa dari Menpora
- Ali Daei Berkibar dengan Daei Sport

Winger kiri Garuda Asia itu tidak sendiri. Rendy Juliansyah, David Maulana, dan Brylian Negiehta Aldama, juga mengalami perubahan yang sama. Rendy misalnya, perlahan tapi pasti tubuhnya makin berisi. Soal postur tubuhnya yang tetap kurus, itu karena genetik. Namun, saat dewasa nanti, Rendy bisa memperbaikinya.

Kuncinya, kata Dicky, Rendy harus doyan makan-makanan bergizi. “Dia (Rendy) itu salah satu pemain yang makannya susah. Tapi sekarang sudah lumayan,” dokter asal Jakarta itu menjelaskan. Soal susah makan ini, David juga sama. Karenanya Dicky melakukan pendekatan persuasif.

Namun, tidak semua pemain seperti itu. Salah satu yang dianggap memiliki disiplin gizi paling bagus adalah Muhammad Yudha Febrian. “Yudha kalau makan banyak. Daging dia suka, pasti ada sayurnya, dan juga suka buah. Itu mengapa staminanya bagus dan postur tubuhnya mendukung,” Dicky menjelaskan.

Rizky Muhammad Sudirman, kiper kedua Indonesia U-16, juga punya potensi menjanjikan. Meski belum menjadi pilihan utama, Rizky berhasil menjaga kebugaran tubuh serta asupan gizi yang baik. Dalam latihan, anak mantan kapten timnas Indonesia Sudirman itu, selalu memperlihatkan perkembangan signifikan.

Soal Andre Oktaviansyah, Dicky menilai kondisi tubuhnya cukup seimbang. Maksudnya, antara tinggi badan dan otot-ototnya sesuai dengan umurnya. Karenanya Andre memiliki kekuatan maksimal saat bertarung di lapangan. “Andre juga termasuk pemain yang bisa menjaga diri dengan baik.”

Lebih jauh, Dicky mengisahkan, salah satu tantangan terbesar sepak bola usia muda adalah penanaman pemahaman kesadaran dan disiplin soal gizi. “Ini tantangan semua pemangku sepak bola usia muda agar menyadarkan anak didiknya. Soal gizi ini jadi tantangan terbesar atlet nasional kita,” katanya.*Abdul Susila

 

Pelatih dan Ofisial Timnas Indonesia U-16
Manager: Kelik Wirawan Wahyu Widodo
Pelatih: Fakhri Husaini

Asisten Manager: Bernardus Bayuardi
Asisten Pelatih: Dwi Prio Utomo
Pelatih Kiper: Yohanes Gatot Prasetyo
Pelatih Fisik: Sansan Susanpur


Baca Juga :
- Sukses Mia lewat Winner Never Quit
- Johan Halls : Dari Arsenal hingga Catwalk

Dokter: Syarief Alwi Marupey, Dicky Mohamad Shofwan
Psikolog: Laskmiari Saraswati
Fisioterapis: Titus Argatama Yogaswara
Humas/Media Officer: Muhammad Irvan
Kitman: Kartadji, Teguh Tri Prastyono, Agus Sumarna
Masseur: Akhmad Romadon, Nurkholis Ipang

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA