#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Iwan Budianto : “Arema tak Banding, tapi Sanksi Harus Realistis”
11 Oktober 2018 18:09 WIB

MALANG - Manajemen Arema FC boleh jadi dibuat terpekur dengan sanksi yang akhirnya dijatuhkan Komite Disiplin PSSI (Komdis PSSI), Kamis (11/10) siang, menyusul sejumlah pelanggaran Aremania ketika menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, tanggal 6 Oktober 2018 sore. Komdis PSSI memberikan sanksi berat, diantaranya Arema FC menggelar sisa lima pertandingan kandang tanpa penonton hingga akhir musim kompetisi Go-Jek Liga-1 2018.

Manajemen Arema FC sendiri tak lantas diam seribu bahasa. Mereka langsung menggelar rapat terbatas, Kamis (11/10) sore dan memberikan hak jawab atas sanksi berat yang dijatuhkan Komdis PSSI. Manajemen Arema FC menganggap perlu secepatnya. merespon hasil sidang Komdis terkait aktifitas pelanggaran regulasi pada laga Arema FC versus Persebaya pada tanggal 6 Oktober 2018 di Stadion Kanjuruhan Malang.

Menarik memang sanksi berat bagi Arema seperti itu Tak ada korban jiwa, pemain lawan (Persebya,red) datang, bermain, dan pulang dari stadion dengan aman. Begitu juga flare menyala selepas 10 menit laga usai.   
   
“Prinsipnya pihak kami menerima apapun yang menjadi keputusan Komdis PSSI, kendati secara obyektif hukuman ini dirasa sangat berat bagi kelangsungan hidup klub. Tidak hanya bagi klub yang kehilangan dukungan dari Aremania di saat  posisi Arema FC di klasemen masih berada di posisi yang mengkhawatirkan, Klub juga kehilangan pendapatan, tentu akan berpengaruh terhadap operasional kelangsungan hidupnya. Tidak hanya pemain dan official, tapi nasib karyawan juga akan terdampak," tegas Menurut CEO Arema FC Iwan Budianto.

Sanksi lainnya bahkan Aremania dilarang memberikan dukungan langsung atau hadir di stadion dalam sisa lima laga away di kandang lawan juga sampai akhir musim kompetisi 2018. Dua Aremania, sang dirigen Yuli Sumpil dan Fandy yang uturn ke lapangan saat jedah laga, dikenai sanksi seumur hidup tak boleh masuk stadion di wilayah Indonesia. Komdis PSSI, menghukum denda Arema atas pelanggaran penontonnya  menyalakan flare dan pelemparan botol dan gelas air mineral sebesar Rp. 100juta.

“Dampak yang dirasakan bagi Aremania yang tidak dapat mendampingi tim kebanggaannya, juga akan berimbas bagi pelaku usaha kecil seperti asongan, PKL yang mendapat rezeki saat pertandingan home, efek lainnya yakni pada sisi kontribusi penerimaan pajak daerah yang juga akan terhambat. Dampak yang lain tentu menjadi keresahan warga Malang Raya dimana Arema FC yang selama ini menjadi salah satu hiburan yang banyak diminati masyarakat Malang Raya, bahkan juga menjadi image bersama yang dimanfaatkan sebagai brand usaha kecil masyarakat,” imbuh IB, sapaan Iwan Budianto.

Namun demikian, lanjut IB, Arema FC sebuah klub yang menjunjung tinggi integritas sepak bola itu sendiri. Bahwa setiap upaya penegakan regulasi harus dihormati dan dipatuhi. Jika terjadi pelanggaran  berat maka kami siap menghadapi konskwensinya. Hukuman yang dikenakan bagi Arema FC dan Aremania, lanjut IB,  diharapkan menjadi momentum perubahan perilaku positif  bagi semua saja, tidak hanya klub, panpel, tapi juga suporter.

"Jangankan dihukum sampai akhir musim, sejujurnya Arema FC ikhlas jika harus dihukum 10 tahun tanpa penonton dan sanksi lainnya, asalkan mampu membawa revolusi perubahan perilaku positif bagi suporter Indonesia. Kita siap menjadi martir perubahan kebaikan dalam sepakbola kita. Kita tidak akan mengajukan banding. Namun akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter utamanya Aremania agar berubah menjadi lebih baik. Bagi Aremania, agar mawas diri dan intropeksi, terpenting tetap menjaga keutuhan dan persatuan antar Aremania. Jadikan perenungan massal. Jadikan momentum untuk berubah dalam sikap dan berperilaku yang baik dalam mendukung tim kebanggaan kita," tegasnya.

Sanksi Komdis PSSI untuk Arema FC

1.    Menggelar sisa lima pertandingan kandang tanpa penonton hingga akhir musim kompetisi Go-Jek Liga-1 2018
2.    Aremania dilarang memberikan dukungan langsung atau hadir di stadion dalam sisa lima laga away di kandang lawan sampai akhir musim kompetisi 2018
3.    Dua Aremania, sang dirigen Yuli Sumpil dan Fandy dikenai sanksi seumur hidup tak boleh masuk stadion di wilayah Indonesia.
4.    Denda Rp100juta untuk Arema atas pelanggaran penontonnya menyalakan flare dan pelemparan botol dan gelas air mineral sebesar Rp. 100juta.

 

BERITA TERKAIT

news
__backpacker-nya Top Skor di Jawa Timur dan sekitarnya__(that's one thing you learn in sports, you don't give up and you fight to the finish)
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA