#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dipoles Pelatih 9-10 Bulan, Arianti Hasilkan 2 Perak
11 Oktober 2018 18:17 WIB
JAKARTA - Atlet para atletik Indonesia, Ni Made Arianti Putri tidak ditargetkan medali. Tapi, Arianti menjawabnya dengan dua perak di lari 100 meter dan 400 meter T12-T13 Asian Para Games 2018.

Asian Para Games 2018 bagi Arianti adalah momen emas. Tapi, dia tidak muluk-muluk memasang target. Baginya terpenting bisa tampil pol-polan. Arianti tak menyangka kerja kerasnya membuahkan hasil.  

"Saya tidak ditargetkan medali sama sekali, perunggu, perak, apalagi emas. Tapi saya dapat dua perak, enggak nyangka banget," ujar Arianti setelah pengalungan medali di Venue Atletic, Komplek GBK, Senayan, Kamis, (11/10/2018).


Baca Juga :
- Sukses di Asian Games 2018 Jadi Modal Menuju Olimpiade 2020
- Unggul Satu Bola, Iran Rajai Wheelchair Basketball Putra

Arianti berhasil meraih medali perak nomor 400 meter dengan catatan waktu 65,29 detik. Medali emas disambar atlet asal Jepang Mana Sasaki yang mengukir waktu 61,48 detik. Dan perunggu jatuh ke atlet asal Iran Ozra Mahdavikiya dengan catatan waktu 68,18 detik.

Sebelumnya Ariani juga mendapatkan perak lari putri nomor 100 meter dengan torehan waktu 13 detik. Dan tercepat pertama dan ketiga juga diraih atlet Indonesia Putri Aulia dan Endang Sari Sitorus dengan catatan waktu masing-masing 12,49 detik dan 13,07 detik.

"Ke depannya kalau bisa ikut Paralimpik atau enggak event terdekat ini di Filipina 2019. Dan ditargetkan emas, harus emas. Karena ASEAN Para Games di Malaysia kemarin dapat 3 perak," tambah Arianti.

"Saya bisa dapat perak karena termotivasi oleh seluruh dukungan masyarakat Indonesia yang membuat rasa percaya diri saya semakinArianti,” ujarnya lagi.

Putri dari I Nyoman Setiawan itu sebetulnya atlet khusus lari putri 100 meter. Namun, dipoles selama 9 hingga 10 bulan untuk menyesuaikan diri dengan lintasan yang menikung yang jadi kelemahan fisiknya.

"Saya biasanya 100 meter, saya kurang pandai untuk belok, karena saya low vision. Saya agak susah untuk di tikungan. Jadi saya harus menyesuaikan di sana, tapi untung saya bisa, karena latihan itu," kata bungsu dua bersaudara itu.


Baca Juga :
- Atletik Catat Prestasi Apik di APG 2018, Pemerintah Pikirkan UU Olahraga Disabilitas
- Perolehan Medali APG 2018: Bulutangkis Tambah 4 Emas, Indonesia Geser Uzbekistan di Posisi 5

Atlet 22 tahun itu merasa kesulitan untuk berbelok, karena dirinya hanya bisa melihat dengan mata sebelah kanan saja dan jarak pandang yang terbatas. "Cara menyesuaikan awalnya latihan pertama saya didampingi setelah itu saya latihan selanjutnya sendiri," lanjutnya yang juga mengandalkan perasaan dan menghafal lintasan.

Soal bonusnya dia belum tahu untuk apa. Tapi paling untuk kuliah. "Jadi mungkin untuk tabungan dulu dan untuk upacara nanti di rumah, kebetulan kan tanggal 25 itu ada upacara  potong gigi di Bali. Dan untuk kado pernikahan kakak saya juga," ujar putri dari Ni Made Suri itu.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA