#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Mereka Punya Rasa dan Cinta, Meski Nita Tak Tahu Wajah Suaminya
11 Oktober 2018 20:32 WIB
JAKARTA - Atlet putri Goalball Indonesia keluar dari arena pertandingan dengan wajah ditekuk. Segumpal kekecewaan, kesedihan dan kecewa bercampur aduk. 

Kekalahan 10-0 dari Iran pada laga terakhir penyisihan goalball Asian Para Games, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (10/10), jadi penyebabnya. Kekalahan itu memupuskan tiket ke semifinal. 

Tapi, Nita Sulastri--salah satu atlet goalball tak mau larut dalam kekecewaan. Wajah Nita sontak berubah cerah ketika mendengar suara suami tercinta. 


Baca Juga :
- Leani Ratri Oktila Masih Penasaran akibat Target 3 Emas, Dapat 2
- Asian Para Games 2018 Berakhir, Ini 8 Atlet yang Pecahkan Rekor Dunia

"Selamat ya sayang, pertandingan sudah selesai. Saya bangga kamu sudah membela Indonesia meski belum bisa memberi hasil maksimal," kata suami Nita, Wahid Dudin Nurul Mukminin meski keduanya belum saling berhadapan.

Nita dan Wahid memang tak bisa saling melihat. Tapi, mereka punya rasa dan cinta yang kuat. Pasangan tuna netra ini kemudian didekatkan oleh volunter dan media. 
 
Nita dan Wahid pun berpelukan erat. Media ramai meminta Wahid merangkul mesra Nita untuk diabadikan gambarnya.

Nita terus tersenyum disamping sang suami yang jauh-jauh dari Bandung guna memberi suport sang istri di hari terakhir pertandingan babak penyisihan. Menurut Nita, ia dan teman-teman sudah bermain maksimal. Tapi, Iran yang akhirnya lolos ke semifinal dan akan menghadapi China.

Meski begitu, Nita yang sudah 4 tahun menikah dengan Wahid dan dikaruniai seorang putri berusia 4 tahun, Linda Nurul Akifah mengaku sangat bangga bisa ikut membela tim Indonesia di ajang internasional Asian Para Games 2018 ini.

"Saya ini aslinya atlet atletik, lompat jauh di Bandung tapi juga dapat tambahan goalball. Maret lalu ditarik ikut pelatnas goalball di Solo. Saya senang sekali karena akan membela nama Indonesia, meski harus berjauhan dari suami dan anak. Ini kebanggaan buat saya dan keluarga karena saya ini hanya atlet daerah," cerita Nita. 

Atlet goalball putri Indonesia ini mengaku berpacaran dengan Wahid yang kini jadi suaminya- sejak masih SMP pada Sekolah Luar Biasa Wyata Guna di Bandung.


Baca Juga :
- Asian Para Games 2018 Berakhir, 4 Negara Ini Selalu Finis di 5 Besar Klasemen Medali
- Lewat Bahasa Isyarat, Volunteer Buktikan Keramahan Indonesia

Sejak pacaran dengan Wahid, Nita merasakan sesuatu yang berbeda. Dia meyakini Wahid akan menjadi jodohnya. Meski ia tak tahu bagaimana wajah sang suami, Nita yakin keduanya mirip sehingga pasti berjodoh.

"Alhamdulilah dia suami yang baik. Lihat saja, rela jauh-jauh dari Bandung memberi dukungan pada saya. Saya tahu, ia sudah memprediksi kami akan kalah melawan Jepang juga Iran dari banyak cerita orang dan perasaanya. Tapi, ia tak peduli dan tetap datang karena ingin membahagiakan saya. Ya, begitulah cinta," cerita Nita terkagum-kagum soal sang suami. *

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA