#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Atletik Catat Prestasi Apik di APG 2018, Pemerintah Pikirkan UU Olahraga Disabilitas
13 October 2018 17:31 WIB
JAKARTA - Cabang para atletik menyumbangkan 6 emas, 12 perak, dan 10 perunggu bagi Indonesia dalam Asian Para Games 2018. Raihan tersebut melebih target 3 medali emas.

Ini prestasi tertinggi Indonesia sepanjang keikuitsertaan dalam Asian Para Games sejak 2010 di Guangzhou, Cina. Sejumlah pemecahan rekor juga dihasilkan para atlet Indonesia. Tercatat tiga rekor Asia mampu dipecahkan.

Tiga rekor tersebut adalah lompat jauh putri kategori T20 (disabilitas intelektual) atas nama Rica Oktavia, tolak peluru putri F20 (disabilitas intelektual) atas nama Suparniyati, dan lari 100 meter putra T37 (disabilitas fisik sedang) atas nama Sapto Yogo Purnomo.


Baca Juga :
- Pra-PON Usai, Petanque Pasrah Tunggu Pemerintah
- Jelang Liverpool vs Chelsea, Moh Salah Berlatih dengan Anak-anak Disabilitas

“Melihat hasil yang bagus di Asian Para Games, tentu saja kami ingin meloloskan para atlet para atletik Indonesia ke Paralimpiade Tokyo 2020. Tapi, jangan cepat puas, tetaplah berlatih keras hingga level tertinggi,” kata pelatih para atletik Purwo Adi Sanyoto.

Sapto Yogo yang meraih emas di lari 100 meter dan 200 meter T37 juga mengatakan hal yang sama. Pelari asal Purwokerto berusia 20 tahun tersebut, berharap bisa tampil di Paralimpiade. 

“Saat berlatih pertama kali 5 tahun lalu saya tidak pernah menyangka bisa tampil di tingkat Asia. Sekarang saya ingin ke level yang lebih tinggi yaitu Paralimpiade, semoga bisa,” kata Sapto, yang turun di tiga nomor: 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.

Menurut sprinter nasional pemegang rekornas dan SEA Games nomor 100 meter putra dengan catatan waktu 10,17 detik, Suryo Agung Wibowo, peluang atlet para atletik Indonesia untuk bersaing di tingkat dunia sangat terbuka.

“Saat ini atlet para atletik Indonesia bagus-bagus. Saya khususnya menyoroti nomor lari jarak pendek yang banyak menghasilkan medali. Tinggal dipoles lebih canggih lagi, mereka pasti mampu bersaing di tingkat Olimpiade. Saya pikir ini momentum yang bagus untuk memajukan cabang para atletik di Indonesia,” kata Agung.


Baca Juga :
- Era Baru Timnas Indonesia U-19, Ada Potensi Prestasi
- Raja Sapta Oktohari dan Koordinasi adalah Kunci

Keinginan untuk mengangkat olahraga disabilitas di Indonesia disambut oleh pemerintah. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Menpora Imam Nahrawi mengatakan akan mengupayakan dimulainya pembahasan Undang-Undang Olahraga Disabilitas.

“Kita akan mulai untuk melobi DPR agar di tahun mendatang diterbitkan Undang-Undang Olahraga untuk penyandang disabilitas. Sebenarnya pasal soal itu sudah ada dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional, namun belum spesifik. Kalau dibuatkan Undang-Undang khusus, diharapkan pembinaan olahraga disabilitas bisa lebih fokus,” kata Imam saat mengunjungi Pusat Media Asian Para Games 2018, Jumat 12 Oktober.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA