#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Syuci Indriani dan Inspirasi dari Koper Kakak
16 Oktober 2018 18:38 WIB
JAKARTA – Asian Para Games 2018 sudah berakhir. Tepatnya sejak closing ceremony di Stadion Madya pada 13 Oktober lalu.

Namun, meski sudah lewat tiga hari, banyak kisah menarik dari pelaku olahraga tersebut. Baik itu atlet, pelatih, asisten pelatih, hingga ofisial.

Salah satunya, Syuci Indriani. Gadis asal Riau ini sukses meraih empat medali pada Asian Para Games 2018.


Baca Juga :
- GIGI dan Cita Citata Meriahkan Malam Apresiasi Media Asian Para Games 2018
- Indonesia Sukses Sabet 6 Medali Emas di Para Badminton Internasional 2018

Yaitu, dua emas pada Women’s 100M Breatstroke 1B14 dan Women’s 200M Individual Medley SM14. Dua lagi lewat perak pada Women’s 100M Butterfly S14 dan perunggu dari Women’s 200M Freestyle S14.

Empat medali itu membuat Syuci jadi atlet Indonesia terbanyak yang meraih medali. Gadis 17 tahun ini pun sukses mengikuti jejak kakaknya, Syafril Syahputra.

“Ya, Syuci senang bisa dapat banyak koper seperti kakak. Syuci ingin bisa menyenangkan Orangtua, keluarga, dan membuat bangga Indonesia,” kata Syuci saat ditemui di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jumat (12/10).

Sayangnya, obrolan tersebut terputus. Itu karena Syuci harus beristirahat setelah sejak siang mengikuti perlombaan.

Beruntung, saat itu ada Dinda Ayu Sekartaji. Asisten pelatih para swimming di Komite Paralimpiade Indonesia (NPC) ini pun memberi penjelasan terkait koper anak asuhnya.

“Awalnya, Syuci mungkin iri lihat kakaknya yang setiap pulang bawa banyak koper. Maklum, kakaknya kan atlet yang juga berlaga di PON (Pekan Olahraga Nasional) yang mewakili Riau. Nah, dari kakaknya ini, Syuci termotivasi untuk jadi atlet,” Dinda menjelaskan kepada TopSkor.id.

“Nah, kakaknya juga yang mengajak Syuci kepada NPC sejak 2014. Syuci ini satu angkatan dengan Zahra (Azzahra Permatahani) yang tanding di Asian Games 2018. Berkat kakaknya dan ketekunan dalam berlatih, Syuci kini jadi salah satu atlet para swimming tercepat di Asia.”

Syuci merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Hendra Saputra yang sulung selalu menyaksikan pertandingan adiknya di Akuatik sejak hari pertama Asian Para Games 2018 bersama si bungsu, Fany Rahmadani, dan ayahnya, Syafitron.


Baca Juga :
- Setelah Sponsor, INAPGOC Juga Akan Beri Apresiasi untuk Media
- Tinggalkan Indonesia, Atlet Disabilitas Torehkan Tulisan Inspiratif di Wall of Fame

“Selama saya mendampingi Syuci, saya menganggapnya seperti biasa. Syuci itu asyik diajak ngobrol. Dia sangat nyambung,” lanjut Dinda.

“Syuci juga bilang kepada saya sambil nangis seusai meraih medali. ‘Allah itu baik ya kak sama saya. Karena Syuci berdoa apa saja dikasih. Sekarang koper Syuci lebih banyak dari kakak’. Bagi saya, Syuci itu benar-benar hebat,” tutur Dinda, dengan nada bergetar.***

BERITA TERKAIT

news
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA