#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Fighting Spirit
22 Oktober 2018 04:00 WIB
TIM nasional Indonesia U-19 memang kalah 5-6 dari Qatar pada pertandingan kedua Grup A Piala Asia U-19, kemarin. Peringkat Indonesia pun turun menjadi ketiga setelah kalah head to head dengan Qatar setelah hasil pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno (SGBK), Jakarta, Minggu (21/10). Namun, ada sejumlah pelajaran yang bisa diambil dari kekalahan skuat arahan Indra Sjafri tersebut.

Pertama, Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan mampu membuktikan seperti apa semangat bertanding dan pantang menyerah (fighting spirit) mereka. Ingat, skuat Garuda Muda tertinggal 1-6 terlebih dulu. Upaya keras anak-anak muda Indonesia ini tentu patut diapresiasi.

Kans timnas Indonesia U-19 untuk melaju ke delapan besar memang masih ada namun terbilang sangat kecil. Pada pertandingan ketiga, Rabu (24/10) malam nanti, Indonesia harus bisa mengalahkan Uni Emirat Arab yang kini sudah memastikan tempat di delapan besar berkat enam poin yang dikoleksi dalam dua laga.


Baca Juga :
- Bukan Sekadar Meragukan Bima
- Sayap Tempur Garuda

Tetapi pada saat bersamaan, timnas Indonesia U-19 berharap Qatar takluk dari Taiwan. Jika Indonesia dan Qatar sama-sama menang pada pertandingan ketiga, poin keduanya akan sama, enam. Namun, Indonesia sudah kalah head to head dari Qatar. Berharap Qatar menyerah dari Taiwan juga sulit. Semalam, UEA membantai Taiwan 8-1. Sebagai gambaran kekuatan UEA, pada pertandingan pertama mereka meredam Qatar, 2-1.

Melihat fakta-fakta di atas, memang terlihat peluang skuat Indonesia U-19 untuk lolos terlihat hampir mustahil. Namun, bukan olahraga namanya bila sudah menyerah sebelum bertanding. Impossible is Nothing, demikian ungkapan terkenal dari seorang legenda dan juara dunia tinju kelas berat, Muhammad Ali.

Inilah pelajaran kedua yang harus dicamkan timnas Indonesia U-19 saat ini, tidak ada yang mustahil dalam dunia ini. Mustahil hanyalah kata atau situasi yang tepat bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan atau berani untuk memaksimalkan sekecil apa pun peluang yang ada. Untuk kasus timnas Indonesia U-19, rasanya juga tepat bila ungkapan Do your best and let God do the rest kembali dicamkan para pemain dan pelatih.


Baca Juga :
- Mempertanyakan Mou
- The Last Man Standing

Saat melawan Qatar, masalah buruknya pertahanan Indonesia kembali terlihat. Tetapi, strategi yang diterapkan Indra Sjafri juga patut diapresiasi. Salah satunya saat memasukkan Todd Rivaldo Ferre pada menit ke-54, saat Indonesia sudah tertinggal 1-5. Tood pun mengamuk dengan mencetak hattrick kendati upayanya tetap tidak mampu menyelamatkan Indonesia dari kekalahan.
 
Namun dari semua yang sudah ditunjukkan timnas Indonesia U-19, memang tidak ada yang lebih luar biasa daripada semangat bertanding. Upaya keras seperti saat melawan Qatar itulah yang dibutuhkan timnas Indonesia U-19 saat menghadapi UEA, Rabu nanti. Jangan lupa, dukungan dari pencinta sepak bola Tanah Air tentunya juga akan sangat membantu.*Tri Cahyo Nugroho
 

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA