#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Jermall dan Jermell, si Kembar Juara Dunia Tinju yang Tak Mau Saling Berhadapan
26 Oktober 2018 17:04 WIB
NEW YORK – Ini kembar identik dan sejak usia dini sudah sangat menggemari olahraga tinju. Namanya Jermall dan Jermell Charlo. Jermall lebih tua semenit dari Jermell. Dengan postur tubuh yang sama persis, keduanya pun menekuni kelas yang sama di awal karier yaitu di kelas menengah ringan.

Si kembar Charlo ini lahir di Richmond, Texas, Amerika Serikat (AS) pada 19 Mei 1990. Jermall menjalani debut profesionalnya pada 12 Agustus 2008. Sedangkan Jermell lebih cepat yaitu 4 Desember 2007. Kemampuan mereka tak diragukan lagi. Teknik tinggi dan pukulan yang mematikan jadi modal hingga bisa seperti sekarang ini.

Jermall, sang kakak, lebih dahulu jadi juara dunia kelas menengah ringan yaitu pada 12 September 2015 dengan mengalahkan petinju AS, Cornelius Bundrage dengan KO di ronde ketiga. Delapan bulan kemudian giliran Jermell jadi juara dunia di kelas yang sama setelah menganvaskan petinju Kepulauan Virgins John Jackson di ronde kedelapan.


Baca Juga :
- Menang Lagi, Timnas U-23 Myanmar Bersaing Ketat dengan Jepang
- Sterling Hattrick, Southgate Klaim Seperti Listrik

Jadi juara dunia di kelas yang sama membuka peluang bagi mereka untuk saling berhadapan. Akan ada promotor yang mempertemukan demi uang yang banyak. Persaudaaran rupanya lebih penting bagi Jermall dan Jermell. Mereka bersumpah untuk tak saling berhadapan demi mencari tahu siapa yang terbaik. Ini seperti kisah Vitali dan Wladirmir Klitschko yang juga tak mau saling berhadapan di ring.

Untuk itu, Jermall, sang kakak, mengalah dengan cara meninggalkan gelarnya pada awal 2017 dan naik kelas ke menengah. Dikarenakan punya kemampuan hebat, tak sulit bagi Jermall untuk kembali jadi juara dunia. Pada 21 April 2018, Jermall mengalahkan petinju AS, Hugo Centeno di ronde kedua dan merebut gelar juara dunia kelas menenangah WBC Interim.


Baca Juga :
- Timnas U-23 Jepang Bantai Makau 8-0
- Daftar Pemain Timnas U-23 Myanmar, Jadi Penantang Serius Jepang

“Saya tak akan naik kelas karena sudah nyaman di kelas menengah ringan ini. Paling penting, saya tak akan bertemu kakak saya di ring,” kata Jermell. Sedangkan Jermall telah melakukan pengorbanan lantaran banyak sekali petinju hebat di kelas menengah yang bisa saja mengalahkannya. Berbeda dengan Jermell yang relatif bisa lebih lama jadi juara di kelas menengah ringan.*

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA