#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Mudaya Po Kembali Diusung Sebagai Calon Ketum PB PGI
01 November 2018 14:53 WIB
JAKARTA - Murdaya Po bersedia kembali maju sebagai calon Ketua Umum Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) periode 2018-2023  pada  Musyawarah Nasional (Munas) di Grand City Convex, Surabaya, 29-30 November.

Sejatinya Munas digelar pada Juli lalu. Tapi, karena berdekatan dengan pelaksanaan Asian Games di Jakarta-Palembang, akhirnya digeser setidaknya hingga Desember, sesuai waktu yang diberikan KONI Pusat.

Munas di kota Pahlawan PB PGI nanti akan memberikan laporan pertanggung jawaban hasil kerja periode 2014-2018 yang diketua Mudaya Po. Pun pemilihan ketua umum yang baru masa bakti 2018-2022.


Baca Juga :
- Shane Lowry Juara The Open 2019
- Jagoan AS Terbuka, Rose Khawatir Main Sore Hari

Ketua panitia penyelenggara Munas PGI 2018 Agus Suhartono mengatakan PGI saat ini terdiri dari 31 Pengurus Provinsi (Pengprov), 29 Pengurus Kota (Pengkot) dan 58  Pengurus Kabupaten (Pengkab), serta 335 klub, Lapangan Golf dan Training Facility. Masing-masing Pengprov memiliki dua hak suara. Sedangkan lainnya masing-masing hanya memiliki satu suara.

"Formulir pendaftaran calon ketua umum PGI sudah bisa diambil di Sekretariat dan Penyaringan di kantor PGI Pondok Indah Golf Course Jakarta, mulai 1-12 November ini," kata Agus Suhartono.

Sejauh ini menurut Agus Suhartono belum ada calon yang mengambil formulir. Tapi, dia berharap dalam pekan ini sudah ada yang mencalonkan diri.

I Gusti Putu Gede, ketua tim penyaringan dan  penjaringan, mengatakan tugasnya tidak mudah. Karena itu dia merasa perlu didampingi unsur dari pengprov, pengkab, dan pengkot supaya bisa maksimal.

"Hasil dari tim ini nanti akan dilaporkan pada sidang pleno 29-30 dalam rangka pemilihan ketua umum," ujar I Gusti Putu Gede.

Sedangkan kriteria ketua umum PGI terpilih nanti yang diharapkan mempunyai kemampuan manajerial, pengabdian dan waktu yang cukup untuk mengelola PGI. Pun didukung oleh enam Pengprov.

"Tentu juga mempunyai visi dan misi yang luas dalam membina olahraga golf. Mampu kerja sama dengan badan usaha dan instansi terkait untuk menunjang pembinaan. Juga mampu menjalin kerja sama dengan badan-badan olahraga tingkat nasional, regional dan internasional," katanya.

Figur tersebut menurut Agus Suhartono ada pada diri Murdaya Po. "Saya berharap Pak Po mau kembali  mencalonkan diri atau pun dicalonkan. Saya melihat beliau memiliki segala aspek persyaratan. Perhatian beliau terhadap pembinaan atlet luar biasa," kata Agus Suhartono.

Mengenai pencalonan dirinya, Murdaya Po mengatakan, ia sejak lama mendambakan ada pegolf Indonesia yang memiliki prestasi di tingkat International. Namun, hal itu tidak semudah membalikan telapak tangan.

"Butuh fasilitas yang mumpuni, pelatih terbaik, jam terbang dan tentunya pelatihan yang kontinyu agar para pegolf Indonesia mampu berbicara di tingkat International. Serta, mencetak lebih banyak pelatih bersertifikat International," papar Murdaya Po.

Tapi, Mudaya Po mengatakan dirinya siap kembali maju asal para atlet golf Indonesia haus juara. 

"Saya mau terus maju asal pemain muda kita lapar untuk jadi juara,"  kata Mudaya. 

Menurut Mudaya golf Indonesia mempunyai potensi untuk berkembang lebih baik. Dikatakannya dari segi lapangan, Indonesia punya dengan fasilitas standar internasional. "Turnamen pun ada. Bahkan kita sering mengirim para atlet ke luar negeri," ujarnya.


Baca Juga :
- Komentari Durant, Woods Terkenang Masa Sulit hingga Selalu Kesepian
- Hadiah Makin Besar, Tiger Woods Favorit dalam AS Terbuka

Dukungan untuk Mudaya juga disuarakan para pegolf nasional seperti Ribka Vania. Menurutnya banyak kemajuan dari PGI kepengurusan Mudaya. 

"Sebagai pemain kami bangga dengan kepedulian pengurus. Berbeda dengan yang sebelumnya. Kami terpacu untuk berprestasi dibawah asuhan pelatih, David," kata Ribka Vania."

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA