#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Pesan dari Mourinho
09 November 2018 04:01 WIB
JUVENTUS kalah dan mendapatkan gesture yang cukup menohok dari Jose Mourinho. Setelah laga berakhir, ada momen yang akan selalu diingat khususnya untuk pendukung Juventus yaitu ketika pelatih Manchester United (MU) tersebut menempelkan tangan kanannya di telinga seperti seorang yang ingin mendengar lagi. Mimik Mourinho pun memperlihatkan pesan mengejek. Pelatih asal Portugal tersebut hanya memperlihatkannya beberapa detik tapi gesture tersebut seolah lebih tajam dibandingkan suara-suara hinaan kepada dirinya sepanjang hampir 90 menit pertandingan berjalan.

Rabu (7/11) di Stadion Juventus, Mourinho memberikan dua pelajaran berharga kepada si Nyonya Besar. Pertama pelajaran moral untuk tifosi tuan rumah dan yang kedua pelajaran bagi aspek teknik pasukan Massimiliano Allegri. Pelajaran yang kedua hanya pesan kepada barisan pertahanan Juventus bahwa sebelum laga berakhir, sebelum 90 menit lebih berjalan, jangan pernah merasa menang. Bahkan, tim seperti Juventus, yang dikenal memiliki ciri pertahanan yang kuat pun harus waspada.

Tuan rumah seolah terlena dan lupa bahwa tim yang datang adalah pasukan yang sedang gelisah. MU tidak meraih hasil bagus di Liga Primer karena itu mereka datang dengan motivasi besar untuk meraih kemenangan dalam ajang Liga Champions. Dan, mereka mengambil semua poin dengan cara yang menyakitkan. Meraih kemenangan di kandang tim yang merupakan favorit ke final merupakan hasil mengagumkan. Inilah yang akan menjadi bekal David De Gea dan kawan-kawan menyongsong  laga krusial dan bergengsi akhir pekan ini, lawan Manchester City, dalam derby Manchester di Liga Primer.


Baca Juga :
- Bukan Sekadar Meragukan Bima
- Sayap Tempur Garuda

Selalu ada aspek keberuntungan dari sebuah pertandingan. Dan, malam itu, MU yang meraih keberuntungan tersebut. Meski demikian, keberuntungan tersebut tidak datang dengan sendirinya. Perlu kerja keras dan sikap pantang menyerah. Itulah yang diperlihatkan Tim Setan Merah saat lawan Juventus. MU hanya perlu menang lawan Young Boys untuk melangkah ke 16 besar Liga Champions. Kini, mereka memilikirkan laga derby dengan kondisi yang jauh lebih tenang.

Bagi Mourinho sendiri, dia kembali ke Manchester dengan rasa puas. Mourinho telah memberikan pelajaran berharga bagi suporter Juventus. Gesturenya kepada pendukung Juventus bukan tanpa alasan. Mourinho punya alasan yang kuat karena itu balasan darinya kepada mereka yang terus menghina dengan kata-kata yang membawa keluarganya. Total, selama 90 menit, Mourinho menerima hinaan tersebut. Sebagai pelatih, idealnya, dia bisa meredam emosi yang bergejolak ketika setiap saat mendengar hinaan yang ditujukan kepada keluarganya.


Baca Juga :
- Mempertanyakan Mou
- The Last Man Standing

Tapi, bagiamanapun, Mourinho juga manusia. Dia telah memilih untuk membalas hinaan tersebut dan Mourinho seperti menunggu momen yang tepat. Momen itu pun datang jelang laga berakhir karena gol bunuh diri yang dilakukan bek Juventus. Mourinho kini menjadi musuh nomor satu di Turin. Tapi, dia memang sudah menjadi musuh I Bianconeri karena bagaimanapun dia juga memiliki darah FC Internazionale.*Irfan Sudrajat

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA