#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Madrid Tanpa Hasrat untuk Menang
26 November 2018 04:00 WIB
EIBAR memiliki warna kostum seperti Barcelona. Faktor ini disebut-sebut sebagai salah satu penyebab kekalahan Real Madrid dari tim papan tengah tersebut. Eibar bahkan dapat digolongkan sebagai tim kecil, jauh di bawah Los Merengues dari aspek kekuatan materi pemain. Warna jingga dan biru Eibar memberikan efek psikologis kepada pemain Madrid. Sergio Ramos dan kawan-kawan, dalam laga Sabtu (24/11) itu seolah yang mereka lihat di lapangan adalah pemain Barcelona.

Benar atau tidak, psikologis tampaknya memang menjadi aspek terbesar dari persoalan yang dihadapi Madrid. Setelah Santiago Solari resmi diangkat sebagai pelatih, tidak ada perubahan signifikan yang terjadi. Pemecatan Julen Lopetegui kini seperti menjadi sebuah kesalahan. Dengan pelatih seperti Lopetegui, Solari, atau bahkan seandainya Zinedine Zidane kembali lagi pun, Madrid akan tetap seperti ini. Persoalannya bukan hanya soal pelatih. Ada penghalang terbesar yaitu tiada lagi hasrat untuk meraih kemenangan.

Itulah setidaknya yang terlihat saat Madrid takluk 0-3 dari Eibar. Mereka bukan hanya sekadar kalah dalam pertandingan tersebut melainkan kalah dalam duel dan pertarungan psikologis secara individu. Faktor psikologis ini dapat dilihat dari sejumlah situasi yang terjadi. Pertama bahwa sebelum lawan Eibar, Madrid tentu tahu bahwa ada laga Atletico Madrid vs Barcelona pada pekan ini pula. Pertemuan dua klub papan atas tersebut seharusnya dapat memberikan motivasi bagi Madrid untuk memanfaatkan laga lawan Eibar sebaik-baiknya.


Baca Juga :
- Jalan Terjal Liverpool
- Kekuatan Barca Bakal Lebih Dahsyat

Meski demikian, yang terjadi justru sebaliknya. Di Stadion Jose Mendilibar, Eibar sebagai tuan rumah yang kerap memberikan tekanan dengan intensitas yang tinggi karena mereka seperti mendapatkan peluang untuk melakukannya. Madrid tidak pernah mampu memberikan perlawanan yang sama. Tetaplah mengejutkan bahwa klub seperti Eibar memiliki motivasi yang lebih besar setiap kali menghadapi klub besar seperti Madrid. Ya, di situlah kuncinya: motivasi, faktor yang tidak terlihat dari Madrid.

Kalau saja Thibaut Courtois tidak melakukan tiga penyelamatan dalam laga tersebut Madrid boleh jadi kalah dengan skor yang lebih telak lagi, 6-0. Courtois terbaik ketika rekan setimnya justru bermain buruk. Meski demikian, momen penyelamatan Courtois tidak cukup mengubah wajah Madrid yang saat ini justru terlihat semakin buruk. Solari telah mencoba membangun tim ini dengan meraih empat kemenangan beruntun, namun semua hasil positif tersebut menguap di Mendilibar.


Baca Juga :
- Conte Mampu Membuat Pemain Bangkit
- Kini Banyak yang Meragukan Solskjaer

Madrid memperlihatkan mereka tidak memiliki soliditas, kepemimpinan, dan tanpa motivasi untuk memberikan perlawanan kepada Eibar. Gareth Bale tidak berfungsi, Karim Benzema juga masih mengecewakan karena penampilannya yang naik dan turun. Eibar hanya memiliki 40 persen penguasaan bola sementara Madrid lebih tinggi, 60 persen. Meski demikian, Eibar melepaskan sekitar 14 tembakan sedangkan Madrid hanya sembilan.*Irfan Sudrajat

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA