#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Telat Panas Jadi Faktor Utama Kekalahan Siliwangi
07 Desember 2018 19:05 WIB
JAKARTA - Asisten pelatih Siliwangi Bogor, Paul Mario Watulingas Sanggor, mengatakan timnya menelan kekalahan karena telat panas.

Siliwangi Bogor harus mengakui keunggulan Stapac Jakarta pada hari pertama seri kedua IBL Pertamax 2018/19, Jumat (7/12). Bermain di Britama Arena, Jakarta, Maung Bogor kalah dengan skor tipis 67-65.

Berbeda saat menghadapi Stapac di seri pertama Semarang, saat tim asuhan Ali Budimansyah itu menaklukkan lawan yang sama, Siliwangi diakui memiliki permainan yang kendor di babak pertama. Itu terlihat dari skor 35-24.


Baca Juga :
- Klasemen Sementara IBL Pertamax 2018/19 Setelah Seri Bali
- Hasil Lengkap Hari Ketiga Seri Ketiga IBL Pertamax 2018/19

Namun, memasuki babak kedua dan kuarter ketiga, barulah Siliwangi mengejar. Bahkan, Daniel Wenas dan kawan-kawan berhasil membalikkan keadaan dengan skor 44-45. Sayang, di kuarter keempat, kesempatan yang didapat Siliwangi gagal dikonversikan menjadi poin.

Usai pertandingan, berbicara di depan rekan media, asisten pelatih, Paul Mario Watulingas Sanggor, mengakui bahwa anak asuhnya itu memang telat panas.

"Gameplay sebenarnya sudah jalan dengan benar dari kuarter pertama hingga akhir. Tapi kita hanya telat panas saja. Jika di seri pertama evaluasi ada di akhir pertandingan, ini malah di awal pertandingan yang jadi evaluasi," ujar Paul Mario.


Baca Juga :
- Hasil Lengkap Hari Kedua Seri Ketiga IBL Pertamax 2018/19
- Hasil Lengkap Hari Pertama Seri Ketiga IBL Pertamax 2018/19

Senada dengan asisten pelatihnya, Daniel Wenas juga mengakui hal tersebut. "Mungkin kalau start kita lebih bagus, kita bisa mengalahkan mereka. Kalau start kita sama dengan saat di seri pertama, mungkin hasilnya akan berbeda," ucap Wenas.

Walaupun kalah, Siliwangi tetap mempertontonkan permainan yang luar biasa. Bahkan, pelatih Stapac, Giedrius Ziebenas, mengaku tidak merasa seperti pemenang. ***

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA