#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Skipping 30 Menit Sehari
12 December 2018 04:03 WIB
“SAYA merasa masih kurang dalam hal ketenangan bermain,” kata Muhamad Fiqih Faturohman. Evaluasi diri sendiri selalu dilakukannya setiap setelah menjalani pertandingan. Fiqih tak pernah cepat puas dengan penampilannya.

Meskipun berhasil menghindarkan timnya dari kekalahan, sebagai pemain ia juga mau membantu tim meraih kemenangan. Saat ini, Tajimalela FA yang dibelanya dalam Liga Hansaplast TopSkor (LHTS) U-13 masih tertatih-tatih di papan bawah klasemen.

Sebab itu, Fiqih semakin terobsesi untuk membawa timnya bangkit jelang putaran pertama berakhir. Performa individu terus dia tingkatkan. Sembari memahami dan menjalankan konsep permainan yang diinginkan pelatih demi hasil positif bagi tim.


Baca Juga :
- Final Gothia Cup di Momen Kemerdekaan, TopSkor Indonesia Siap Kalahkan Australia
- Detik-detik Menuju Semifinal, Skuat TSI Dikumpulkan dalam Satu Ruangan, tadi malam

“Banyak yang bilang saya orangnya pendiam, itu benar. Dulu kelemahan saya adalah masalah komunikasi. Tapi sekarang lewat bimbingan para pelatih saya, hal itu sudah bisa teratasi,” kata pengidola bek muda Nurhidayat Haji Haris tersebut.

Untuk menggapai mimpinya jadi pesepak bola profesional dan memperkuat tim juara Liga 1 2018 Persija di masa depan, latihan keras jadi menu keseharian. Bila ada waktu, Fiqih selalu menyempatkan untuk jogging pada pagi hari.

Sementara skipping selama 20 sampai 30 menit untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya, jadi kegiatan wajib yang dilakukan setiap hari. Menurut Fiqih, hal itu sangat berguna bagi seorang bek supaya lebih lincah dalam melakukan intersep.

Kualitas passing akurat dan dianggap mampu memainkan peran sebagai ball playing defender atau pemain pertama yang membangun serangan dari bawah, membuat tim Technical Study Group Liga TopSkor menobatkannya sebagai Player of the Week pekan kedelapan.

Bocah siswa SMPN 3 Bekasi tersebut mengaku tak menyangka. Ia merasa masih banyak pemain lainnya yang memiliki kemampuan andal. Namun, anugerah ini membuatnya semaki termotivasi. Ia semakin yakin dengan peran yang ia jalani saat ini.
 
Pelatih Tajimalela Rendra Kurniawan, pun bangga melihat salah satu anak didiknya meraih pengharggan individu tersebut. Namun ia berpesan untuk tidak cepat puas, karena sepak bola adalah permainan tim, di mana keberhasilan diraih bersama-sama, bangkit pun harus dilakukan bersama-sama.


Baca Juga :
- Saatnya TopSkor Indonesia Menembus Tradisi
- Opening Ceremony Gothia Cup Cina Berlangsung Meriah, Indonesia Sukses Mencuri Perhatian

“Fiqih sosok pendiam tidak banyak tingkah tapi cepat nangkap apa yang diinginkan pelatih. Dia punya intersep bagus, passing, dan crossing akurat. Cuma dia juga masih harus tingkatkan lagi duel-duel-duel udara. Ini tugas saya untuk mengembangkan kemampuannya,” ujar Rendra.*Furqon Al Fauzi

Biodata :
Nama        : Muhammad Fiqih Faturohman
TTL        : Bekasi, 30 Maret 2005
Usia        : 13 tahun
Ibu        : Dwi Sunarni
Ayah        : Slamet Saparjo
Sekolah        : SMPN 3 kota Bekasi
Pemain idola    : Sergio Ramos dan Nurhidayat
Klub Idola    : FC Barcelona dan Persija Jakarta
Karier        : SSB Irpas Putra (2014 -2016)
                SSB Bekasi Raya FC (2016 -2018)

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA