#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Drama Pogba Selanjutnya
12 Desember 2018 04:00 WIB
ANTARA bintang besar dan pelatih dengan ego yang besar pula. Paul Pogba vs Jose Mourinho. Manchester United (MU) tidak hanya bertempur di Liga Primer atau Liga Champions. Ada pertempuran lain di Tim Setan Merah. Mourinho pernah menyebut Pogba sebagai virus. Sementara Pogba membiarkan isu transfer masa depannya terus menggelinding. Jelang menghadapi Valencia dalam laga yang akan digelar Rabu (11/12) atau Kamis dini hari WIB, “perang” tersebut masih terasa dalam atmosfer MU.

Namun, Mourinho menegaskan dalam konferensi pers bahwa gelandang asal Prancis tersebut akan tampil sebagai starter dalam pertandingan yang akan digelar di Stadion Mestalla. Karena itu, akan dinantikan reaksi dari mantan pemain Juventus tersebut. Mampukah Pogba bermain maksimal, dalam hal ini sesuai yang diinginkan Mourinho. Atau laga nanti hanya akan menambah perang dingin di antara kedua sosok penting ini. Ya, hubungan Pogba dan Mou bisa mencair atau malah makin membeku, tergantung yang akan terjadi di Mestalla.

Dengan demikian, tergantung dari reaksi Pogba. Yang pasti, setelah hanya cadangan dalam dua laga terakhir MU di Liga Primer, pertanyaan terkait masa depan pemain 25 tahun ini semakin besar. Manajemen MU sendiri sudah memberikan pernyataan bahwa tidak ada transfer untuk Pogba pada Januari nanti. Artinya, Pogba akan tetap bertahan di Old Trafford. Skenarionya boleh jadi seperti ini: Pogba tetap di MU sambil menunggu kepergian (pemecatan) terhadap Mourinho pada akhir musim nanti.


Baca Juga :
- Ramos dan Kean
- Ezra Walian

Boleh jadi, pencapaian MU yang menurun pada musim ini bukan karena Pogba, melainkan Mourinho.
Faktanya, ini bukan kali pertama pelatih asal Portugal tersebut bermasalah dengan pemain bintang di klub asuhannya. Boleh jadi semua ini karena Mourinho gagal atau kesulitan membuat Pogba menampilkan kemampuan terbaiknya. Tapi, ketimbang menyelesaikan masalah tersebut, Mou terkesan justru malah menyudutkan si pemain.

Kata “Virus” adalah salah satu indikasinya. Meragukan kapasitas Pogba sebagai kapten lewat pernyataan kepada publik (media massa). Sebelum Pogba, Eden Hazard pernah mengalami situasi ini ketika bersama Mourinho di Chelsea. Mourinho pernah mengatakan bahwa Chelsea hanya bermain dengan 10 orang di lapangan dan mempertanyakan kemampuan dan komitmen Hazard di lapangan. Namun, setelah Mourinho pergi, Hazard justru meraih gelar Liga Primer bersama The Blues. Hazard kemudian terus berkembang menjadi salah satu pemain terbaik dunia.


Baca Juga :
- Harus Selalu Lapar Gelar
- Sanksi yang Tepat untuk CR7

Poinnya adalah, apakah Mourinho dapat memberikan kesempatan kepada Pogba untuk bermain sesuai yang diinginkan si pemain? Atau Mou akan tetap menginginkan Pogba sebagai salah satu dari dua pivot yang melindungi empat bek di belakangnya. Peran itu menjadi mubazir jika mengingat potensi Pogba yang dapat naik membantu serangan, menciptakan peluang, dan mencetak gol.*Irfan Sudrajat

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA