#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ranieri: Saya Sempat Ingin 'Membunuhnya'
30 December 2018 14:13 WIB
LONDON - Pelatih Fulham, Claudio Ranieri, mengaku sempat ingin 'membunuh' pemainnya, Kamara Aboubakar, lantaran dianggap tak menghormati klub dan dirinya.

Fulham berhasil meraih kemenangan penting saat menjamu Huddersfield pada Sabtu (29/12) kemarin. Aleksandar Mitrovic menjadi aktor utama kemenangan.

Namun, sebelum mencetak gol yang membuat Fulham memetik 3 poin, Mitrovic sempat berkelahi dengan rekan setimnya, Kamara Aboubakar. Kedua pemain tersebut saling berebutan untuk menjadi penendang penalti.


Baca Juga :
- Masih Muda, Paulo Fonseca Jadi Calon Kuat AS Roma
- Musim Negatif AS Roma

Mitrovic pun mengalah dan mempersilahkan Kamara menendang penalti. Naas, tendangan Kamara malah dimentahkan oleh penjaga gawang Huddersfield, Jonas Lossl.

Berkaca pada insiden tersebut, Ranieri mengatakan bahwa dirinya sempat ingin 'membunuh' sang pemain, lantaran dianggap tak menghormati klub dan dirinya.

"Dia tidak menghormati saya, klub, rekan setim serta para penonton. Sya sudah bicara dengannya dan itu adalah hal yang tidak baik," ucap Ranieri.

Mantan pelatih AS Monaco dan Leicester City itu juga mengatakan bahwa dirinya sudah memberitahu Kamara untuk membiarkan Mitrovic menendang penalti di sebuah pertandingan.

"Saya kasih tahu Aboubakar Kamara untuk membiarkan Aleksandar Mitrovic menendang penalti, karena memang Mitrovic mengemban tugas sebagai penendang penalti tim. Sulit dipercaya apa yang ia lakukan."


Baca Juga :
- AS Roma di Antara De Zerbi dan Fonseca
- Claudio Ranieri: Semoga Pelatih Baru Beruntung Bersama AS Roma

"Saya ingin membunuhnya. Hal yang normal jika di pertandingan kemarin (saat menghadapi Manchester United) seorang pemain mencetak gol lewat penalti,  kembali menendang di pertandingan selanjutnya. Untuk kasus ini, Mitrovic yang seharusnya menendang," tambahnya.

Saat ini, Fulham sedang berada di zona degradasi. Hal yang sangat dibutuhkan The Cottagers saat ini adalah kesatuan tim. Jangan sampai karena hal sepele, kerja sama tim menjadi pecah. ***

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA