#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Lizarazu Pilih Jiu Jitsu
02 Januari 2019 04:03 WIB
PERAWAKAN mungil dan mempunyai kecepatan adalah ciri khas tersendiri dari Bixente Lizarazu. Pria kelahiran Saint Jean de Luz ini adalah mantan pesepak bola Prancis yang pernah mencicipi trofi Piala Dunia bersama Prancis. Tentu masih banyak yang mengingat sepak terjang si mungil Lizarazu di lini belakang timnas Prancis pada ajang Piala Dunia 1998.

Lizarazu sosok yang unik khususnya dalam memandang sesuatu. Salah satunya saat masih bersama Bayern Muenchen, Lizarazu mengenakan kostum bernomor 69. Menurutnya, angka tersebut mewakili kenyataan bahwa dirinya lahir pada 1969, memiliki tinggi badan 169 sentimeter, dan berbobot 69 kilogram.

Setelah gantung sepatu pada 2006, Lizarazu berusaha mencari cara baru untuk menjaga kebugarannya. Lizarazu mencoba aktif dalam berselancar. Namun, olahraga ini hanya sebagai bagian dari hobinya. Menantang ombak keinan yang memang ingin dirasakan dalam hidupnya. Lizarazu pun sempat beralih kepada seni. Bermain gitar dan bernyanyi di panggung.


Baca Juga :
- Nicklaus, Perancang Lapangan Golf
- Lemann sang Miliarder

Tapi, tidak ada dunia yang membuatnya sangat tertarik selain sepak bola ketika ia beralih kepada seni beladiri asal Brasil yaitu Jiu Jitsu. Akhirnya seni beladiri ini menjadi olahraga yang digelutinya hingga kini. Lizarazu masuk dan menekuni olahraga ini dengan bimbingan pelatih sabuk hitam asal Prancis, Yannick Beven.

Lizarazu mengatakan cukup sulit bagi mantan atlet sepak bola untuk beralih profesi ke dunia bela diri karena tentu akan memerlukan persiapan yang cukup matang mulai dari postur dan kekuatan tubuh. Lizarazu sadar bahwa ia sudah memiliki kecepatan dalam bergerak dan hanya menambahkan dengan kekuatan fisik.

“Saya baru memulai pelatihan pada 2008. Gym teman saya sehari-hari untuk memberikan kondisi tubuh yang ideal,” katanya.  Namun, dia baru mulai terjun berkompetisi Jiu Jitsu pada acara Jiu Jitsu Open Brazil di Lisbon, Portugal pada 2009. Tidak disangka pengalaman pertamanya menghasilkan prestasi yang baik bagi dirinya. Lizarazu berhasil memenangkan sabuk biru turnamen senior untuk kelas ringan dan menjadi juara Eropa.

“Saya sangat bangga dan bahagia ikut dalam turnamen ini seperti ketika saya berusia 18 tahun, rasanya seperti pertama kali mengikat tali sepatu saya dalam karier profesional sepak bola saya dilapangan. Saat tiba di turnamen, saya hanya bisa melihat kepala yang dicukur dan wajah-wajah pembunuh. Yang bisa saya katakan pada saat itu adalah ‘sial!,” ujarnya

Didorong oleh kesuksesannya pada kompetisi yang digelar di Portugal, Lizarazu kembali mencoba peruntungannya untuk berkompetisi di turnamen Jiu Jitsu Brazil setahun kemudian. Kali ini dia dalam kelas sabuk ungu dan selesai di tempat ketiga.

Lizarazu sangat menikmati  karier barunya di dunia Jiu Jitsu. "Ini satu lawan satu. Anda tidak memiliki teman dibelakang seperti di sepak bola. Ini hampir seperti pertarungan untuk bertahan hidup,” kata Lizarazu. Ia juga mengungkapkan saat ini dirinya akan tetap bergelut pada dunia Jiu-Jitsu untuk mengejar prestasi lainnya.*CR6

Sukses di Muenchen
BIXENTE Lizarazu pernah dikenal sebagai satu-satunya pemain yang pernah memperkuat Athletic Bilbao dengan status pemain asing. Dia pemain pertama yang membuat Bilbao mengubah kebijakan mereka yang sempat dikenal sebagai klub antipemain asing. Selanjutnya, karier Lizarazu pun berkembang di klub Eropa lainnya.
 
Lizarazu memulai karier seniornya bersama Bordeaux pada tahun 1986. Delapan musim membela klub tersebut, Lizarazu pindah ke Bayern Muenchen, setelah sebelumnya sempat singgah setahun di Bilbao. Bersama Muenchen, Lizarazu mencicipi banyak trofi.

Selain lima trofi Bundesliga dan lima gelar DFB Pokal, Lizarazu juga pernah membantu Die Rotten menjuarai Liga Champions, yakni pada 2000/2001. Kariernya di timnas pun cemerlang. Selain Piala Dunia 1998, dia membantu Les Bleus merengkuh gelar Piala Eropa 2000.

16
Total 16 gelar telah diraih Bixente Lizarazu bersama Bayern Muenchen, dengan enam di antaranya adalah gelar Bundesliga.


Baca Juga :
- Klitschko, Singa Ring dan Politik
- Dari Ring Tinju ke Istana Kue

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA