#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
May Pengusaha Anggur
03 Januari 2019 04:06 WIB
JIKA Anda adalah pecinta sepak bola tahun 1990-an pasti mengetahui salah satu bek tengah andalan Manchester United (mu) pada 1996/97. Ya, dia adalah David May, tidak terlalu familiar namanya dalam dunia sepak bola, namun dirinya berperan banyak dalam kesuksesan MU pada masanya. Kariernya mulai meredup ketika pelatih Alex Ferguson membeli beberapa bek tangguh seperti Henning Berg dan Jaap Stam hingga West Brown.

Hal ini tentu dilakukan Ferguson untuk mengantisipasi jadwal Piala FA dan Piala Eropa yang padat. Nahasnya, masuknya beberapa pemain ini membuat kesempatan May dalam bermain semakin menipis.

“Saya tampil 118 kali untuk MU selama delapan musim berikutnya, meskipun saya terus-menerus dilanda cedera pada tahun-tahun terakhir saya di klub dan pindah ke Burnley pada 2003,” ujar May
 Selama kariernya bersama Tim Setan Merah May mampu menyumbang enam gol. Ketika usianya menginjak angka 34, May memutuskan untuk gantung sepatu. Setelah pensiun May tidak tinggal diam. Dia paham harus terus bekerja walaupun tidak lagi dalam lapangan hijau.


Baca Juga :
- Barthez Beralih ke Sirkuit
- Pinto Komposer Andal

“Pada tahun 2004 setelah saya pensiun, saya sudah merencanakan untuk membentuk kemitraan mengimpor anggur dari Afrika Selatan dengan seorang teman saya dan usaha itu berjalan dengan cukup baik,” ujar May. May tentu sangat bersyukur dapat mengolah keuangannya selama bermain sepak bola dengan baik, karena ia melihat tidak jarang teman-temannya di Blackburn dan Burnley kini  bekerja di pabrik.

“Saya beruntung telah menghasilkan uang dari sepak bola untuk dapat berinvestasi dalam bisnis ini, sedangkan beberapa teman saya kala bermain di Blackburn dan Burnley sekarang hanya dapat bekerja di pabrik. Banyak juga yang terkejut bahwa saya kini terlibat dalam bisnis minuman anggur,” kata May.

May juga baru meluncurkan produk baru yang dinamakan Mayson Ridge. Selain itu, sudah banyak jenis-jenis minuman anggur yang ia produksi, seperti Chenin Blanc, Sauvignon Blanc, Chardonnay, Cabernet Sauvignon dan Pinotage.

Sebagai informasi, hingga kini hubungan May dan MU masih terjalin dengan baik. Diketahui May masih kerap bekerja sama untuk mengisi acara MUTV dan juga menghadiri pertandingan sebagai komentator. “Kini saya seorang penggemar MU, saya juga masih sering melompat-lompat kala tim ini memenangkan pertandingan. Walaupun sudah tidak bertanding sulit rasanya menghilangkan rasa cinta saya terhadap sepak bola terutama MU,” katanya.*CR6

Dari Blackburn
SEBELUM bersama Manchester United, May mempunyai kenangan manis bersama Blackburn Rovers sejak 1988 hingga 1994. Dirinya membawa Blackburn dari Divisi dua hingga sempat menjadi runner-up pada First Division atau yang kini dikenal dengan Liga Primer pada 1993/94. Setelah musim manisnya bersama Blackburn berakhir, May memutuskan bergabung ke Old Trafford.

Kontribusinya sangat penting ketika United mempertahankan gelar liga musim 1995/96 dan juga mencapai semifinal Liga Champions setelah menang 4-0 atas Porto di perempat final, di mana May mencetak gol pertama pada pertandingan itu. Selain itu, pada musim 1998/99 May juga sempat mencicipi gelar treble winner bersama MU.

3
David May tampil dalam 123 laga bersama Blackburn Rovers dan menorehkan tiga gol. Bersama MU 85 laga dengan enam gol.


Baca Juga :
- Mendieta Tetap dengan Irama
- Owen dan Bisnis Berkuda

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA