#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Romario, Senator Selecao
10 Januari 2019 04:21 WIB
LEGENDA hidup sepak bola Brasil, Romario de Souza Faria, melanjutkan kiprahnya ke dalam dunia politik. Seperti beberapa pesepak bola Amerika Latin lainnya, Romario tidak melanjutkan kiprahnya didunia kulit bundar melainkan memilih untuk melakukan lompatan besar untuk terjun ke dunia politik di Rio de Janeiro. Sebelumnya, tentu tidak terbayangkan bahwa seorang Romario bisa fasih melontarkan kata-kata untuk membela kepentingan rakyat. Apalagi mengingat rekam jejaknya saat masih menjadi bintang sepak bola di atas maupun luar lapangan cukup buruk.

Semasa bermain, pria yang kini berusia 52 tahun itu dikenal sebagai pesepakbola yang malas dan kerap mangkir untuk mengikuti latihan, dirinya juga sangat menyukai dunia malam, bersenang-senang dengan wanita, dan tidak jarang juga bertengkar dengan suporter. Namun pada 2010, jalan hidup Romario berubah ketika ia terpilih untuk masuk Kongres dengan mewakili Partai Sosialis Brasil (PSB) meski sebelumnya ia tak punya pengalaman di dunia politik.

Selain keinginannya untuk berperan bagi kehidupan masyarakat Brazil, terjun ke dunia politik, ia lakukan juga terinspirasi dari putri kecilnya, Ivy yang terlahir dengan Sindrom Down. Semula Romario tidak dapat menerima kondisi sang putri, ia merasa sedih dan tidak percaya. Ia bahkan kerap berkaca-kaca dalam dirinya, "Apa yang saya lakukan? Apakah saya sedang membayar dosa-dosa masa lalu saya?.”


Baca Juga :
- Seedorf Gabungkan Brasil dan Jepang
- Hariono Belajar Berbisnis

Namun, istri Romario ketika itu, Isabella Bittencourt, selalu memberikan rasa tenang dan mensupport  Romario untuk bangun dari kesedihannya. “Semua ini adalah anugerah dari Tuhan.” Perkataan istrinya ini ternyata telah menyadarkan Romario.
"Saya menghabiskan banyak waktu dengan orang tua, kerabat, dan juga orang-orang yang pernah menghadapi hal yang sama, saya lalu sadar bahwa tak ada satu pun yang mewakili mereka di dunia politik. Lalu saya memutuskan untuk mencalonkan diri," ujar Romario.

Menurutnya selama ini pemerintahan Brasil kurang memerhatikan untuk kaum-kaum yang berkebutuhan khusus. Fenomena itu menjadi salah satu yang ditegakannya dalam kiprahnya di dunia politik. Kabarnya semenjak bergelut dalam dunia politik kehidupan Romario seakan berubah, ia dapat menjadi seorang yang profesional dalam bidangnya.

Romario yang semula sering menyia-nyiakan waktunya kini justru menjadi politisi yang paling rajin hadir sidang, meski ia harus menembus 900 kilometer dari rumahnya untuk datang ke parlemen. Ia pun tercatat sebagai anggota Kongres dengan tingkat kehadiran paling sempurna.

Mantan pemain PSV Eindhoven dan Barcelona FC itu lantang bersuara tentang hak-hak para difabel, termasuk jelang Piala Dunia 2014 lalu. Romario bersuara untuk meminta pada Menteri Olahraga Brasil menyediakan kursi bagi para difabel di stadion-stadion baru Brasil.*CR6

Duet Brasil
ROMARIA, yang merupakan Senator Rio de Janeiro, mengumumkan bahwa José Roberto Gama de Oliveira alias Bebeto bergabung bersamanya di Partai Podemos. Bebeto sendiri menduduki kursi anggota dewan legislatif di wilayah tersebut. Mereka bertekad untuk mereformasi Rio de Janeiro yang saat ini sedang mengalami kesulitan finansial dan dirongrong aksi kekerasan.

"Mimpi kami akan terwujud. Kami akan membangun Rio menjadi lebih baik. Dalam olahraga, saya selalu memberi janji dan bisa mewujudkannya. Di politik, tak akan ada perbedaan, saya tentu akan melakukan hal yang sama," ujar Romario.


Baca Juga :
- Ibra Harum dengan Parfum
- Pique Pemilik Klub dan Game Online

Sebagai informasi, Romario dan Bebeto adalah duet Brasil yang cukup terkenal pada masanya. Keduanya merupakan tulang punggung Brasil saat menjuarai Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Total delapan gol mereka kemas dalam turnamen akbar tersebut. Mereka juga pernah membela Vasco da Gama dan Flamengo yang merupakan klub raksasa di Rio de Janeiro.

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA