#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Diskusi KPSN Hasilkan Dua Aspirasi untuk Dibawa ke Kongres PSSI
10 Januari 2019 09:13 WIB
JAKARTA - Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) menggelar diskusi di Jakarta, Rabu 9 Januari 2019. Diskusi itu mengundang berbagai pemangku kepentingan sepak bola nasional, terutama anggota PSSI.

Beberapa dari undangan juga merupakan pemilik suara dalam Kongres PSSI 2019. Diskusi dengan tema "Menuju Sepak Bola Bersih, Berprestasi, Tanpa Mafia" ini berlangsung hangat.

Banyak kritik disampaikan kepada PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional. "Sepak bola kita sudah darurat. Ada anggota Exco yang terlibat suap. Ini bahaya," kata Sabarudin Labamba, Ketua Umum Asprov PSSI Sultra.


Baca Juga :
- Sudah 11 Orang Jadi Tersangka, Satgas Anti Mafia Bola Panggil Joko Driyono
- Kepengurusan Askot PSSI Kota Bandung 2018-2022 Terapkan Sistem Aspiratif dan Akomodatif

Namun otokritik juga disampaikan perwakilan dari Asprov PSSI Banten, Amirul Mukminin. Ia mengatakan kalau keberadaan mafia di sepak bola karena permintaan dan penawaran dari klub.

"Jadi saya mengajak marilah kita mawas diri. Kalau tidak ada permintaan, tentu tidak ada penawaran. Begitu pula sebaliknya. Sepak bola harus bersih," kata Amirul Mukminin.

Sementara M. Zein, anggota KPSN, mendorong agar Pemerintah RI dalam hal Kemenpora segera turun tangan untuk mengatasi persepakbolaan nasional. Butuh peran mendalam dari pemerintah, agar sepak bola bisa selamat.

Di akhir diskusi disepakati dua aspirasi yang diharapkan bisa diserahkan kepada PSSI. Diharapkan pemilik suara yang ikut diskusi KPSN ini bisa membacakan dan menyerahkannya ke PSSI.*Ari DP


Baca Juga :
- Vigit Waluyo, Priyanto, dan Anik Dihukum Seumur Hidup
- KPSN Sebut Pemahaman Exco PSSI Perlu Diluruskan

Aspirasi Diskusi KPSN
1. Mengusulkan agar anggota Komite Eksekutif PSSI dan pengurus PSSI yang menjadi tersangka match fixing segera diberhentikan dengan tidak hormat melaui Kongres Tahunan PSSI 2019.

2. Mendorong Satgas Anti Mafia Bola Polri untuk terus memberantas dan mengusut praktik match fixing secara tuntas dan menyeluruh melalui hukum yang adil dan tanpa pandang bulu, sesuai kesetaraan di muka hukum.

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA