#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Higuain Pilihan yang Salah
11 Januari 2019 04:00 WIB
MAURIZIO Sarri genap 60 tahun, kemarin. Pelatih Chelsea yang lahir di Napoli, 10 Januari 1959 ini akan meminta satu penyerang saja sebagai hadiah ulang tahunnya. Setidaknya, demikianlah yang terlihat dari pernyataan yang dilontarkan pria yang semasa aktif sebagai pemain berposisi sebagai bek tengah ini. Sebelumnya, Sarri juga berharap manajemen The Blues untuk segera mencari pengganti yang sepadan dari kepergian gelandang Cesc Fabregas.

Namun, jika harus memilih, Sarri tentu akan berharap dia mendapatkan mesin gol. Pemain yang akan memiliki potensi besar untuk menorehkan gol demi gol dalam setiap pertandingan The Blues. Kekalahan dalam semifinal pertama Piala Liga Inggris dari Totenham Hotspur, lalu kesulitan untuk mempertahankan posisi di empat besar klasemen Liga Primer, memperlihatkan ada persoalan yang belum terpecahkan dari klub asal London ini.

Dan, persoalan itu tiada lain bahwa Chelsea tidak memiliki penyerang yang tajam. Alvaro Morata dan Olivier Giroud, tidak mampu memenuhi harapan tersebut. Karena itu pula, munculnya nama Gonzalo Higuain menjadi bagian dari upaya Sarri menyelesaikan persoalan tersebut. Jika ada pelatih yang mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki Higuain, Sarri salah satunya.


Baca Juga :
- Ramos dan Kean
- Ezra Walian

Bersama Sarri pada 2015/16 di Napoli, Higuain menorehkan 36 gol di Seri A. Fakta ini pula yang kemudian memunculkan kabar dalam mercato bahwa Sarri dan Higuain akan bereuni dalam waktu dekat. Meski demikian, apakah Higuain merupakan jawaban dari persoalan Chelsea? Kedekatan antara pelatih dan pemain adalah hal lain. Ukurannya adalah apa yang terjadi terhadap Higuain saat ini.

Dan, faktanya, Il Pipita tidak dalam penampilan terbaik. Dengan demikian pula, jika Sarri tetap ngotot mendatangkan Higuain, artinya dia akan membawa masalah yang sama di Chelsea: penyerang yang kesulitan dalam mencetak gol. Dari segi teknik, isu Higuain ke Chelsea bukan situasi yang membuka peluang klub ini menyelesaikan persoalan tersebut. Sarri tentu tidak akan menilai pemain hanya karena faktor kedekatan. Atau sekadar menggunakan intuisinya.

Dalam usia 60 tahun, Sarri bakal lebih cerdas. Ada pilihan lain yang cukup pantas: penyerang Paris Saint Germain, Edinson Cavani, contohnya. Atau penyerang Leicester City, Jamie Vardy. Persoalannya adalah, memang, ketiga penyerang itu berusia 31 tahun, yang tidak sejalan dengan kebijakan transfer Chelsea. Namun, Cavani dan Vardy, memiliki rapor yang jauh lebih baik dibandingkan dengan Higuain.*Irfan Sudrajat


Baca Juga :
- Harus Selalu Lapar Gelar
- Sanksi yang Tepat untuk CR7

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA