#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Nakata Populerkan Sake
11 January 2019 04:06 WIB
HIDETOSHI Nakata pemain asal Asia yang populer di era tahun 2000-an ini menggeluti bisnis selepas pensiun dari lapangan hijau. Nakata kini tengah menggeluti bisnis minuman Sake, yaitu minuman fermentasi yang populer asal Jepang. Meski populer, namun tak mudah bagi Nakata untuk menjalankan bisnis ini.

Kabarnya, pemain yang bersinar kala bermain di AS Roma ini harus berkeliling setiap provinsi di Jepang untuk mempelajari bisnis tersebut setelah menghabiskan sebagian besar karirnya di luar negeri. Dia bertemu dengan petani, koki, dan pengrajin lainnya.

Tujuannya dalam bisnis ini Nakata bertekad untuk melestarikan tradisi Jepang yang telah berusia puluhan tahun. Setidaknya Nakata membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perjalanan surveynya, hingga akhirnya ia menemukan gairah sejatinya kepada minuman Sake.


Baca Juga :
- Indra Sjafri Mantu, Berikut Doa dari Menpora
- Ali Daei Berkibar dengan Daei Sport

"Begitu saya mulai memahami budaya di balik sake dan industri, saya mulai memahami kualitas sake dan orang-orang di belakangnya serta sejarah di baliknya," kata Nakata.

Sulitnya Nakata memulai urusan bisnisnya dengan Sake karena menurut data penjualan domestik Sake sedang menurun. Bahkan menurut lembaga pajak Jepang, pembelian sake telah jatuh 30% sejak 1975.

Masalah itu membuat minuman sake menjadi terbelakang. Sake saat itu juga telah digantikan oleh anggur dan minuman cocktail di kalangan konsumen yang lebih muda. Nakata pun berambisi mengembalikan kejayaan Sake.

Pada tahun 2013 ia berani meluncurkan minuman sake yang dinamai "N" , sake kelas atas tersebut dijual seharga 1.000 dollar Amerika Serikat per botol. Selanjutnya, ia membantu mengembangkan kulkas atau tempat pendingin sake untuk memudahkan restoran dan penggemar sake dalam menikmati minuman pada suhu yang optimal.

"Begitu banyak orang berpikir (sake) sama dengan anggur, atau suhu pendingin itu baik-baik saja. Tapi sebenarnya, untuk sake Anda harus menyimpannya di minus lima derajat. Tentu informasi ini jarang diketahui penikmat minuman khususnya masyarakat Jepang sendiri," kata Nakata.

Selain itu, beberapa tahun yang lalu, Nakata juga meluncurkan Sakenomy, aplikasi yang membantu penikmat Sake untuk memadukan minuman tersebut dengan berbagai masakan. Kegigihanya untuk mengembalikan budaya Jepang itu telah menjadikannya semacam duta budaya untuk negaranya. Nakata berkeliling dunia untuk memamerkan makanan dan minuman yang terbaik dari Jepang.

"Jika Anda memiliki objek yang hebat, memiliki informasi yang luas dan mendalam, dan Anda memiliki pengalaman atas sebuah penemuan baru atau cerita yang hebat, lebih baik untuk berbagi dengan orang banyak," katanya.


Baca Juga :
- Sukses Mia lewat Winner Never Quit
- Johan Halls : Dari Arsenal hingga Catwalk

Bisnis Nakata ini cukup menjanjikan baginya selepas dari lapangan hijau, tetapi pemain yang juga sempat berseragam Fiorentina itu mengatakan disiplin yang dia pelajari sebagai seorang atlet sepak bola profesional, masih tetap dijalaninya. Ia terus melakukan olahraga dan berlatih setiap pagi, menurutnya melakukan hal itu membuat mentalnya semakin baik.
Pengetahuannya yang mendalam mengenai minuman dan makanan khas Jepang, pria yang kini berusia 41 tahun hingga membuka salah satu kafe di Sao Paulo, Brazil untuk mengenalkan minuman sake dan makanan Jepang disana.
 
Kafe tersebut dinamakan N Kafe. Nakata juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya Jepang pada masyarakat dunia yang sedang mengunjungi Brazil.  "Saya sangat senang kafe ini bisa dibangun di Sao Paulo, salah satu kota penyelenggara Piala Dunia 2014 Brazil. Saya harap pengunjung bisa menikmati segala kuliner, sake, dan bebagai hal menarik khas Jepang lainnya," kata Nakata.*CR6

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA