#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Umumkan Pensiun, Murray Menangis
11 Januari 2019 14:38 WIB
MELBOURNE - Andy Murray meneteskan air mata. Dia sedih saat mengumumkan akan pensiun setelah Wimbledon yang akan digelar Juli 2019. 

Petenis Inggris itu sering mengalami cedera pinggul. Murray hanya 12 kali tampil sepanjang 2018 setelah menjalani operasi. Petenis berusia 32 tahun, itu ingin gantung raket usai grand slam Wimbledon. 

Dalam jumpa pers jelang Australia Terbuka, Jumat (11/1), dia menangis saat mengumumkan akan pensiun. "Saya kesakitan setiap hari," kata Murray dilansir The Sun.


Baca Juga :
- Menggoyang Dominasi Unggulan Teratas Amman Mineral Detec Open 2019
- Petenis Lima Benua Ramaikan Thamrin Cup 2019

"Mungkinkah ini turnamen terakhir saya? Pasti ada peluang untuk itu," dia menambahkannya.

Tapi, semua tergantung kondisinya di Australia Terbuka yang digelar 7-27 Januari ini. Jika cederanya kumat bisa jadi dia pensiun lebih cepat.

"Saya tidak merasa enak. Saya sudah lama bergelut dengan cedera ini. Saya tidak yakin apakah bisa bermain dengan rasa sakit ini untuk empat-lima bulan ke depan," ujar Murray dengan emosional mengumumkan rencana pensiunnya.

Murray mengaku bermain dengan segala keterbatasan. Itu sama sekali tidak membuatnya menikmati bermain tenis di kompetisi dan latihan. 


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Sebab Lee Chong Wei Mundur dari Bulu Tangkis
- Demi Pogba, Madrid Sodorkan Lima Nama untuk Dipilih Salah Satu, MU Bingung

"Wimbledon adalah tempat saya ingin berhenti [pensiun], tapi saya tidak yakin bisa melakukannya," kata juara Olimpiade 2012 dan 2016 itu.

Murray adalah petenis Inggris Raya terbaik di era terbuka setelah Fred Perry. Debut profesional pada tahun 2005, Murray punya tiga gelar grand slam, yakni dua Wimbledon (2013 dan 2016) serta AS Terbuka (2012).
 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA