#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dua Petarung Senior Ini Bertarung di Senayan
11 Januari 2019 19:22 WIB
JAKARTA - Yohan Mulia Legowo cukup dikenal di kalangan atlet beladiri campuran tanah air. Pria asal Magelang berusia 38 tahun tersebut bukan hanya petarung senior, namun juga pelatih yang telah melahirkan beberapa nama.

Yohan mengawali karier profesionalnya pada tahun 2002 dan segera mencatatkan kemenangan TKO di ronde pertama. Setelahnya, dia semakin tak terbendung dan meraih lima kemenangan beruntun di ronde pertama sebelum rekornya terhenti pada tahun 2004.

Hal ini menjadi bagian perjalanannya dengan berbagai promotor sebelum akhirnya bergabung ke ONE Championship pada tahun 2014, tempat dimana juara dunia bela diri dan mixed martial arts dari berbagai belahan dunia bertanding.


Baca Juga :
- Postur Lawan Lebih Tinggi, Bukan Masalah untuk The Archangel
- Lawan Robin Catalan, Stefer Rahardian Tidak Incar Balas Dendam

Awal kariernya di ONE bisa dibilang tidak terlalu mulus. Dia harus menerima lima kekalahan dari enam laga yang ia lalui. Namun, hal ini tidak sedikitpun menyurutkan semangat bertandingnya.

Ketika kesempatan untuk membuktikan diri kembali datang, Yohan tentu ingin menunjukan kelasnya.

Dalam ajang ONE: ETERNAL GLORY yang akan di helat di Istora Senayan Jakarta, 19 Januari mendatang, Yohan akan menghadapi AJ Lias Mansor dari Malaysia untuk merebut kemenangan pertamanya sejak Februari 2016, dimana saat itu ia mengalahkan rival senegaranya, Mario Satya Wirawan.

Mansor adalah petarung Muay Thai sejati. Atlet asal negeri jiran ini mengantongi tiga kemenangan dan empat kekalahan dalam kariernya di ONE.

Pertandingan antara rival dari kedua negara ini akan menarik, karena keduanya adalah petarung senior dengan kemampuan yang sama baiknya dalam striking.

Yohan juga dikenal akan kemampuanya melatih, dimana salah satu muridnya saat ini masuk juga di dalam ONE, yaitu Abro Fernandes, mantan juara nasional bantamweight.


Baca Juga :
- Sama-sama Ahli Wushu, Pertandingan Lumban Gaol-Tomar Jadi Uji Kualitas
- Aziz Calim Jadikan One: Eternal Glory Ajang untuk Bangkit 

Ia mengatakan ingin melatih untuk meningkatkan kapasitas serta skill bertandingnya. Dengan melatih, ia juga mempelajari banyak hal baru dari anak didiknya.

“Saya ingin berkompetisi dan terus meningkatkan kemampuan saya,” ujar Yohan terkait aktivitasnya sebagai pelatih.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA