#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Sosok yang Ceria Itu Pergi untuk Selamanya
12 Januari 2019 04:06 WIB
DUKA mendalam dirasakan keluarga besar Liga NIVEA MEN TopSkor (LNMT) U-17 2018/19, khususnya tim Parung Soccer School (PaSS). Baru satu bulan (1/12) lalu, tim PaSS Parung melepas kepergian Aslam Firdaus untuk selama-lamanya yang meninggal dunia dalam kecelakaan sehari sebelum kick-off Liga TopSkor U-15 2018/19.

Kini, PaSS Parung kembali kehilangan satu pemain terbaiknya di LNMT U-17 yaitu M. Akbar Nurodin yang juga meninggal dunia akibat kecelakaan motor di Parung, Sabtu (5/1) lalu.

“Sampai sekarang saya tidak pernah bisa lupa, ketika pemain lain hanya menempelkan tangan untuk sekadar cium tangan. Tapi anak ini (Abay) beda, bahkan ketika cium tangan pun tangan saya bisa basah dibuatnya. Sekarang saya kehilangan sosok itu. Semua sayang sama Abay,” ucap Imam.


Baca Juga :
- Hasil Kerja Keras
- Tajimalela “Seruduk” Matador

Pemain yang kerap disapa Abay ini memang dikenal dengan pribadi yang ceria, sangat baik, dan ramah kepada para pemain maupun pelatih. Dia memang menjadi salah satu pemain yang mudah akrab dengan siapapun. Bahkan, ia sering sekali bercanda dengan para panitia pelaksana LNMT, seperti saat ia ingin meminjam bola untuk pemanasan.

Imam mengakui kehilangan Abay ini seperti mimpi. Pasalnya, ia ingat sekali setelah pertandingan melawan Sukmajaya di lapangan Yon Sikon 14, Jagakarsa, Sabtu (5/1) lalu, Abay masih mengajak Imam untuk bertemu dan kumpul bersama rekan tim lain untuk sekedar bakar-bakar ayam.

“Bisa dibilang Abay merupakan pemain yang dekat dengan saya. Bagaimana tidak, ia selalu ikut dengan saya kemanapun saya melatih. Ketika saya melatih di ASTAM dia ikut dengan saya. Dia juga salah satu pemain yang berhasil membawa PaSS masuk ke Divisi Utama LNMT, benar-benar seperti mimpi,” kata Imam.

Kehilangan Abay menjadi duka bagi tim dan pemain lain yang cukup banyak mengenal pemain kelahiran Bogor ini. Bahkan pemain timnas U-16 dari SSB Pelita Jaya Andre Oktaviansyah pun turut mengucapkan bela sungkawa dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkannya.

Bahkan, sehari setelah kepergian Abay, mantan klubnya ASTAM Tunas Betawi juga bertanding dengan menggunakan pita hitam ketika melawan Duta BBC Bandung, Minggu (6/1).

Bahkan kala itu, panitia LNMT U-17 juga menggelar aksi mengheningkan cipta bersama pemain sebelum kick-off laga perdana, Minggu (6/1). “Kami melakukan hal tersebut karena ingin menghormati sosok dan saya juga ingin menamkan rasa respek dari pemain untuk pemain lain. Mudah-mudahan Abay bisa tenang dan ditempatkan ditempat paling indah di sisi-Nya,” kata Deden Kurniawan selaku Koordinator LNMT U-17.*Hadi Febriansyah


Baca Juga :
- Kehilangan Energi Kolektif
- Akhir Kompetisi, Serpong City, Persigawa Tetap Semangat

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA