#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Leboeuf, Layar Lebar dan Teater
17 Januari 2019 04:15 WIB
KARIER Frank Leboeuf sebagai pesepak bola cukup bersinar, bersama tim nasional Prancis, Leboeuf membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Pria yang lahir pada 22 Januari 1968 ini juga membela sejumlah klub-klub besar, di antaranya RC Strasbourg, Chelsea FC, dan Olympique de Marseille. Namun, namanya mulai lebih dikenal kala ia berkostum The Blues julukan Chelsea. Leboeuf mencetak 17 gol dari 144 penampilannya bersama klub asal London tersebut.
Berperawakan dengan kepala yang selalu botak, Leboeuf dikenal sebagai salah satu bek tanngguh di masanya. Bersama Chelsea, Leboeuf telah menyumbangkan beberapa trofi di antaranya, dua kali menjuarai Piala FA, Piala Liga, Juara Charity Shield, berhasil menjuarai Piala UEFA dan Super Eropa.

Pada akhir kariernya, 2005, Leboeuf memilih bermain di Liga Qatar bersama Al-Wakrah. Namun, setelah masanya sudah habis pria plontos itu memutuskan pensiun. Sosok yang mempunyai hobi tinju ini tidak ingin kariernya dalam dunia hiburan terhenti. Dia pun mencoba nasibnya berkecimpung di dunia layar lebar. Kegemarannya berakting memang sudah tertanam sejak lama. Ketika masih membela Chelsea pada 2001, ia pun sempat bermain peran di film Taking Sides.

Leboeuf menghabiskan dua tahun tinggal di Los Angeles. Selama itu, ia bermain bersama beberapa pemain yang sudah terjun terlebih dahulu dalam dunia selebriti seperti Vinnie Jones, Steve Jones, dan Anthony LaPaglia. Melalui mereka Leboeuf semakin memantapkan untuk terus terjun dalam dunia perfilman. Ia belajar di Lee Strasberg Institute di Hollywood Barat, untuk menonjolkan diri dan memantapkan peran aktingnya.


Baca Juga :
- Spink Sukses sebagai Kurir
- GBK, Gelora Buat Kampanye

Leboeuf mulai mencoba aktingnya dalam beberapa teater di Prancis, termasuk membintangi bersama Jean-Francois Garreaud di L'intrus pada 2010 dan berperan dalam drama Avec Ma Belle Mere et Moi. Pada 2014, Leboeuf memerankan sebagai salah satu pejuang perlawanan Prancis dalam film Perang Dunia II, Sekutu dan lalu juga berperan sebagai seorang dokter biopik Stephen Hawking, pada The Theory of Everything.

Menurut Leboeuf ada beberapa persamaan ketika bermain sepak bola dan berperan di dunia akting, salah satunya mengenai kedisiplinan. Dalam sepak bola tentu pemain harus mendengarkan perintah pelatih di pinggir lapangan untuk menjaga kedisiplinan saat bermain. Sama halnya ketika di dunia akting harus menangkap perintah sang sutradara.


Baca Juga :
- Dari Anfield ke Sungai Salmon
- Hillier, Pemadam Kebakaran

“Saya kira itu akan menjadi disiplin dan konsentrasi. Saya selalu mendengarkan sutradara dan siap untuk mengulang dan mengulang adegan jika diperlukan. Dan selama ini konsentrasi tampaknya mudah saya dapatkan,” ujar Leboeuf.*CR6

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA