#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Pintar Saja Tidak Cukup untuk Mengurus Sepak Bola Indonesia
22 Januari 2019 06:18 WIB
TIMNAS Vietnam berhasil lolos ke perempat final Piala Asia. Mereka merebut tiket 8 besar setelah mengandaskan Yordania di babak 16 besar, Minggu 20 Januari 2019.

Apa yang dicatat Vietnam sebetulnya tidak mengherankan. Semua cerita ini berawal dari lolosnya Timnas U-19 mereka ke Piala Dunia U-20 2017.

Konsistensi berlanjut ke Piala Asia U-23 2018. Mereka berhasil melaju sampai pertandingan final. Lanjut lagi di Asian Games 2018 Jakarta/Palembang lalu mereka melangkah sampai semifinal. Disambung Vietnam menjadi juara Piala AFF 2018.


Baca Juga :
- Berburu Juara Baru Srikandi Cup
- Undian Sepak Bola SEA Games 2019, Indonesia dan Malaysia Satu Pot

Sekarang Vietnam berhasil lolos ke perempat final Piala Asia 2019. Benar-benar pencapaian yang seharusnya membuat iri Indonesia.

Bagaimana tidak, di saat Vietnam sudah terbang ke langit ketujuh, Indonesia masih sibuk kongras-kongres, ganti pengurus, jadwal kompetisi tidak jelas, pengaturan skor, suap menyuap. Pokoknya enggak banget buat federasi yang usianya sudah hampir 90 tahun!

Indonesia yang selalu membanggakan diri sebagai negara besar, ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan negara tetangga. Tentu ini dalam konteks sepak bola.

Sebetulnya mudah saja kalau pengurus PSSI dan pemilik suara kongres mau serius mencurahkan waktunya betul-betul untuk membenahi sepak bola nasional. Tidak saja dari sisi kepengurusan, tetapi juga mengerek prestasi. Tapi ya selalu nol besar kalau menjalankan kepengurusan karena ada kepentingan bisnis individu maupun kelompok.

Vietnam terbukti bisa melakukannya. Setelah menjadi juara Piala AFF pada 2008, Vietnam tenggelam. Sepakbolanya nyungsep. Kompetisi domestik marak dengan pengaturan skor, sampai-sampai banyak pemain atau pelatih dan pengurus ditangkap lalu diadili.

Tapi setelah itu Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) coba berbenah. Mereka fokus memperbaiki kepengurusan dan penyelenggaraan kompetisi. 

Hasilnya? Ini...Timnas U-19 lolos ke Piala Dunia U-20 2017, Timnas U-23 mencapai final Piala Asia U-23 2018 lalu semifinalis Asian Games 2018, kemudian timnas senior merebut gelar juara Piala AFF 2018. Sekarang mereka melaju ke perempat final Piala Asia 2019.

Apakah semua catatan itu turun dari langit? Gratis? No!

Itu semua karena Vietnam sadar diri. Mengubah kiblat sepak bola yang selama ini kebanyakan negara Asia Tenggara terlalu Eropa sentris atau Amerika Latin sentris.

Vietnam secara jitu memilih pelatih dari Korea Selatan. Dia adalah Park Hang-seo, mantan asisten pelatih Guus Hiddink ketika Timnas Korea Selatan mengentak dunia dengan lolos ke semifinal Piala Dunia 2002.

Lewat sentuhan khas sepak bola Asia timur, Vietnam berubah menjadi kekuatan yang mengerikan. VFF secara kontinu dan tertib menyusun jadwal pertandingan internasional buat timnas, di semua kelompok umur. Terutama menghadapi negara di kawasan Asia.

Ini buat menambah dan memperkaya pengalaman pemain. Mengapa yang dipilih kebanyakan negara Asia untuk uji coba? Tidak lain karena Vietnam sadar mereka bagian dari Asia, anggota AFC.

Jadi di setiap turnamen resmi pastilah bertemu dengan sesama negara Asia. Mau kualifikasi atau putaran final, tetap saja bertemunya melawan negara-negara Asia. Tidak mungkin menghadapi negara dari Eropa, Amerika Latin, Amerika Utara/Tengah, apalagi Afrika.

Satu-satunya peluang bertemu dengan negara non-Asia hanya kalau lolos ke Piala Dunia.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Kita tahu sendiri sejak Nurdin Halid lengser dari jabatan Ketua Umum PSSI pada 2009, sampai sekarang sepak bola nusantara hanya jago ribut di dalam negeri. Paling banter lagi-lagi hanya jadi runner-up Piala AFF.

Uji coba pun digelar melawan negara yang tidak akan memperkaya wawasan di sepak bola Asia. Mau contoh uji coba yang enggak ada faedahnya? Tengok saja agenda saat bertemu Puerto Rico, Fiji, Guyana, Islandia, sampai Mauritius. Itu uji coba atau belajar menghapal peta dunia? 


Baca Juga :
- King's Cup 2019, Thailand Undang Vietnam, Indonesia Enggak Diajak
- Timnas U-18 Indonesia Masuk Grup A Piala AFF U-18 2019

Apa yang dicapai Vietnam ini memang harus menjadi keprihatinan sepak bola Indonesia, dalam arti positif tentu saja. Prihatin terhadap diri sendiri, mengapa negara besar ini menjadi kerdil pada kenyataannya. 

Mungkin karena PSSI ini masih diurus orang-orang itu saja. Orang yang dianggap pintar dalam mengelola sepak bola. Sayangnya, sepak bola Indonesia sepertinya tidak butuh orang pintar. Tapi lebih butuh orang bebas kepentingan dari gurita bisnis pribadi dan kelompoknya.*

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 1
Tulis Komentar +
c
calista165
10 Apr 2019 at 16:16 WIB
suka main sportsbook? ? tapi takut ga dibayar sama bandar ? kuy buruan join di SPORT165.COM. situs bola online terpercaya, Cukup 1 user ID Anda bisa bermain di semua game sport165.com. modal kecil/dikit, bisa jadi bukit/dapat jutaan rupiah. bayangkan guys! ga enak dari mana ? sport165.com dengan pasaran bola yang lengkap di dukung 3 provider sportsbook ternama Dan dapatkan promo yang menakjubkan & terbatas hanya di sport165.com - Bonus New Member Up to 2Jt - Bonus Next Deposit Up to 1Jt -
ARTIKEL SEBELUMNYA