#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Si Tua Penyandang Sabuk Hitam
30 Januari 2019 04:21 WIB
TIDAK ada batasan umur untuk terus berprestasi. Hal itu dikisahkan Mike Pejic ketika memutuskan untuk gantung sepatu. Pria kelahiran 25 Januari 1950 tersebut kini lebih dikenal sebagai atlet taekwondo pada usianya yang sudah berkepala enam. Olahraga bela diri asal Korea Selatan ini bukanlah sesuatu yang baru bagi pesepak bola asal Inggris ini. Sejak 1970-an, kala ia bermain untuk Everton, sesekali Pejic menjalani latihan taekwondo di tengah kesibukannya di sepak bola.

Ia menuturkan berlatih taekwondo untuk menyalurkan hobinya sejak kecil dan sebagai cara tambahan untuk menjaga tubuhnya tetap fit. “Itu benar saya rasakan di hari-hari saya ketika bermain bersama Everton. Saya sangat tertarik terhadap Taekwondo. Kala itu ada salah satu pengurus yang biasa merawat ruang ganti adalah penggemar seni bela diri yang cukup fanatik, dan saya sering duduk berdua untuk membicarakan itu dengannya," kata Pejic.

Hanya saat itu taekwondo bukanlah fokus utama Pejic. Baru sejak 2012, Pejic memutuskan untuk merambah dunia Taekwondo dengan serius dan memulai untuk berlatih lebih keras. Keputusan untuk menjadi atlet taekwondo pun dipilih Pejic setelah ia semusim menjadi arsitek permainan klub asal Malaysia, Selangor FA pada 1999 silam.


Baca Juga :
- Drenthe Sempat Menjadi Rapper
- Pilih Presiden Gampang, Legislatif Ruwet

Tidak main-main, meskipun menekuni olahraga keras di usia kepala enam, Pejic mampu membuat banyak orang berdecak kagum. Ia bahkan lolos ke kejuaraan dunia taekwondo Taipei diusia 67 tahun, setelah sebelumnya menjadi juara nasional untuk kategori umurnya dalam lima tahun terakhir.

"Saya berlatih rutin sampai 2012, lalu saya langsung memenangkan kejuaraan di Irlandia Utara dan Skotlandia. Saya menjadi juara sejak saat itu, serta juara nasional mulai 2013," ujar Pejic. Kegemarannya dalam dunia teakwondo juga menimbulkan hasratnya dalam membangun salah satu akademi teakwondo di Chesterton, Inggris yang dinamakan dengan Pejic Taekwondo Academy.

Pria yang memiliki sabuk hitam ini ingin menyampaikan manfaat yang diterima dari pelatihan Taekwondo kepada masyarakat tempat ia tumbuh. “Banyak yang dapat diambil melalui olahraga ini seperti kebugaran fisik, daya tahan tubuh, kekuatan, kecepatan, kelincahan, dan keseimbangan. Selain itu, mental, kontrol diri, tekad, dan disiplin menjadi faktor yang akan didapat.”

Pejic tidak sendiri dalam membangun akademi Teakwondo. Ia bersama Master Shin, salah satu Master Taekwondo Korea yang paling dihormati di negara ini dan telah melatih sebagian besar pemain dan Instruktur Taekwondo terkenal di negara ini. 


Baca Juga :
- Craddock sang Seniman
- Metamorfosis Bunglon Barito

Bicara soal karier sepakbolanya, Pejic adalah legenda yang sudah lama malang melintang di dataran Inggris. Stoke City, Everton, dan Aston Vila merupakan tiga klub yang pernah ia perkuat dari kurun 1968 sampai 1980. Ia juga pernah tampil sebanyak empat kali bersama Timnas Inggris.*CR6


 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA