#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Eckersley Ramah Lingkungan
31 January 2019 04:15 WIB
BERMIMPI main dengan klub ternama menjadi cita-cita terbesar bagi pesepak bola dunia. Namun yang terjadi terkadang tidak sesuai apa yang diinginkan. Karena setiap keberuntungan dan nasib selalu berbeda. Contohnya yang dialami Richard Eckersley, mantan bek Manchester United (MU) pada periode 2005-2009. Pada usianya yang menginjak 26 tahun, Eckersley justru sudah memutuskan pensiun dan membuka toko bahan makanan ramah lingkungan di Devon, Inggris.

Eckersley telah merajut mimpi menjadi pesepak bola saat masuk akademi MU pada usia tujuh tahun. Kerja kerasnya selama latihan berbuah manis saat debut senior dalam ajang Piala FA melawan Tottenham Hotspur pada 24 Januari 2009. Walaupun tidak terlalu terkenal, namun Eckersley bersyukur sudah merasakan bermain bersama pemain bintang dunia.

Pria berambut pirang ini, sempat merasakan latihan bersama beberapa pemain papan atas, seperti Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, Paul Scholes, maupun Ryan Giggs. Akan tetapi, kariernya tidak meningkat dan hanya merasakan empat kali bermain untuk Setan Merah di berbagai ajang. Eckersley memutuskan pindah ke Burnley dan dipinjamkan ke beberapa klub seperti Plymouth Argyle, Bradford City, serta Bury.


Baca Juga :
- Indra Sjafri Mantu, Berikut Doa dari Menpora
- Ali Daei Berkibar dengan Daei Sport

Pada 2011, ia menyeberang ke Amerika Serikat menuju Major League Soccer demi bergabung dengan Toronto FC dan kemudian New York Red Bulls. Kariernya pun berakhir di Oldham Athletic pada 2016. “Saat merasakan sepak bola hanya sebuah olahraga, bukan lagi segalanya. Sedikit demi sedikit, saya bersemangat meninggalkan sepak bola. Saya siap memutuskan pensiun dan tidak lagi memikirkan mimpi. " ujar Eckersley.

Perbedaan budaya pesepak bola Inggris dan Amerika Serikat mengubah cara hidup Eckersley. Pemain kelahiran Salford itu mengatakan kebanyakan pemain dari Negeri Paman Sam lebih menghargai penghasilan mereka. “Saya pergi ke Amerika Serikat dan melihat bagaimana hidup para pesepak bola. Mereka sangat berhati-hati menggunakan uang. Mereka tidak peduli dengan pakaian atau apa yang mereka kendarai. Hal itu mengubah saya," tuturnya.

Kini, Eckersley dan istrinya, Nicola, membuka sebuah toko bahan makanan nonlimbah pertama di Inggris. Di toko tersebut, mereka mengharuskan para pelanggannya membawa keranjang atau tempat sendiri dalam membeli bahan baku atau makanan tanpa kemasan. Eearth, Food, Love. Demikian tulisan di salah satu sudut atas di depan tokonya yang bernama The Zero Waste Shop.


Baca Juga :
- Sukses Mia lewat Winner Never Quit
- Johan Halls : Dari Arsenal hingga Catwalk

Idenya memulai sebuah toko non-limbah berawal saat mereka mengunjungi toko serupa saat liburannya ke kota Berlin. “Kami segera berpikir, Mengapa ini tidak ada di Inggris?" ujarnya. Menurutnya, pola konsumsi manusia harus beralih menjadi lebih ramah bagi bumi. "Ini bukan soal harga. Kami tidak ingin berdagang hanya untuk keuntungan. Manusia harus etis terhadap bumi."

Di tokonya, Richard dan sang istri menjual berbagai bahan makanan seperti gandum dan biji-bijian yang ditanam sendiri oleh petani lokal. "Pembeli bisa mengisi keranjangnya dengan kacang almond dan kacang tanah serta bisa kembali menggunakan tempatnya tersebut lagi dan lagi" ujarnya.*CR6

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA