#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Jika Italia Memanggil, Bagaimana Mengatakan Tidak?
07 February 2019 20:21 WIB
GENOA - Cesare Prandelli mengakui, kariernya sebagai pelatih tim nasional (timnas) Italia terlalu cepat. Sosok yang kini menangani Genoa itu menyebut, seharusnya masih ada waktu untuk menangani klub Seri A lagi sebelum beralih ke Gli Azzurri.

Itu terjadi saat mengarsiteki Fiorentina pada 2005-2010. Pada 2008/09, Prandelli mengantar I Viola finis di peringkat empat Seri A yang berujung tiket ke Liga Champions.

Pencapaian okenya itu membuat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengonfirmasinya sebagai pelatih sejak 20 Mei 2010. Prandelli diproyeksi sebagai pengganti Marcello Lippi usai Piala Dunia 2010.


Baca Juga :
- Daftar Pemain Juventus untuk Laga Menghadapi Parma
- Resmi Diperkenalkan Fiorentina, Ribery Disambut 12.000 Penggemar

"Saya memiliki kontrak setahun lagi dengan Fiorentina. Namun, datang tawaran menangani Italia. Pada saat yang sama, Fiorentina memberi lampu hijau," kata Prandelli kepada Tuttosport

"Apakah tawaran FIGC datang terlalu dini? Benar. Saya sudah memikirkannya. Saya rasa, itu terlalu cepat. Namun, ada dua hal yang mendorong saya. Pertama, cinta saya kepada timnas. Jika Italia memanggil, bagaimana Anda mengatakan tidak?"

Prandelli jadi nakhoda Italia pada 2010-2014. Dalam periode itu, dia meloloskan Gli Azzurri ke final Piala Eropa 2012.

Sayangnya, misi Italia juara pupus usai dikalahkan Spanyol 0-4. Prandelli melepaskan jabatannya sebagai pelatih timnas setelah tersingkir di fase grup Piala Dunia 2014 .


Baca Juga :
- Bennacer Memilih Jadi Sutradara
- Ini Saatnya Scudetto, Napoli!

"Juventus? Benar ada kemungkinan. Hanya, saya akhirnya memilih Italia," Prandelli, mengakui ketertarikan Juventus yang akhirnya mengontrak Luigi Delneri.***

 

BERITA TERKAIT

news
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA