#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tekad Besar Calon Guru
12 Februari 2019 04:12 WIB
POSTURNYA cukup ideal untuk memainkan peran sebagai bek tengah. Tidak mudah goyah saat duel satu lawan satu. Ia juga dingin dalam mengawal benteng pertahanan. Rayhan Maulanal Mu’iz adalah sosok yang dimaksud.

Latihan keras dan disiplin membawa Rayhan tampil stabil dalam Liga Hansaplast TopSkor (LHTS) U-13 2018/2019. Meski timnya, Buperta, masih tertatih-tatih di papan tengah klasemen Grup Top, Rayhan tak sedikit pun hilang semangat saat menjalani pertandingan dari pekan ke pekan.

Justru, ia tertantang untuk memimpin rekan-rekannya mengerek posisi tim ke peringkat yang lebih baik. “Untuk bisa bersaing memang perlu kekompakan. Tidak cuma satu dua tiga pemain yang bekerja. Sejauh ini tim sangat solid, kadang hasil akhir memang tak memihak pada kami,” kata Rayhan.


Baca Juga :
- Persaingan Zona Merah Memanas
- Harus Punya Rencana B

Seperti pesepak bola muda lainnya, mimpi menjadi pemain timnas ada di benak siswa SMP Negeri 233 Jakarta itu. Untuk bisa mengungguli pemain yang punya mimpi sama, Rayhan tahu harus melakukan apa. Selain berlatih rutin, ia juga menambah porsi peningkatan stamina dengan joging di lahan kosong dekat rumahnya.

Dalam menjaga bentuk tubuh ideal, Rayhan juga sangat perhatian. Sebab disiplin yang dimulai dari diri sendiri adalah cerminan kesuksesan untuk masa depan. “Penting itu adalah menjaga jam tidur yang teratur. Jangan terlalu malam tidurnya. Paling telat saya sudah memejamkan mata pukul 10 malam,” ucap Rayhan.

Rayhan tampaknya memang terlahir sebagai pemain bertahan. Ia pernah mencoba untuk bermain sebagai gelandang serang ataupun striker, namun ia mengakui tidak punya naluri. Karenanya, sampai saat ini ia masih sangat mengidolai sosok kapten timnas senior timnas Indonesia Hansamu Yama Pranata.

Baginya, sepak bola telah mengajarkan banyak hal. Mulai dari sikap respek, besar hati menerima kegagalan atau kekalahan, dan juga saling percaya sebagai satu kesatuan tim. Sebagai kapten tim, ia tahu betul tugasnya adalah menjadi contoh yang baik bagi rekan-rekannya di lapangan.

Untuk itu, jika pada akhirnya takdir tak membawanya menjadi pesepak bola profesional, profesi guru akan dipilihnya. “Selain orang tua, pelatih saya di Buperta, om Yanto, yang mengajarkan tentang ketegasan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai pemimpin di lapangan,” ucap Rayhan. 

Mimpi memang harus dikejar, tetapi segala alternatif harus pula disiapkan atau setidaknya sebagai sampingan. “Jadi jika nanti tidak bermain bola, saya ingin mejadi guru. Saya tidak melihat seberapa besar bayarannya. Tapi seberapa besar saya berguna buat orang lain dalam berbagi ilmu dan pengalaman,” katanya.*Furqon Al Fauzi  


Baca Juga :
- Encang Apresiasi Progres ASAD
- Harus Jaga Konsistensi dan Mentalitas

Biodata :
Nama: Rayhan Maulanal Mu'iz
TTL: Jakarta, 14 Maret 2005
Usia: 13 Tahun
Ayah: Muji Widodo
Ibu: Wati Budiningsih
Sekolah: SMPN 233 JAKARTA
Klub Idola: Persija Jakarta dan Manchester City
Pemain idola: Hansamu Yama Pranata
Karier 
2017–...     SSB Buperta


 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA