#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Petarung ONE "Papua Bad Boy" Jagokan PSG ketimbang MU
12 Februari 2019 08:54 WIB
JAKARTA - Beladiri bukan satu-satunya cabang olahraga yang digemari oleh para atlet ONE Championship asal Indonesia. Salah satu atlet berbakat asal tanah Papua, Adrian Mattheis, ternyata menyukai cabang olahraga sepak bola.

Liga Champions di Eropa adalah salah satu kompetisi yang ia ikuti. Babak 16 besar pekan ini akan menampilkan salah satu pertandingan yang paling ditunggu antara Manchester United dan Paris Saint-Germain, Rabu (13/2) dini hari.

Adrian memberikan prediksinya atas pertandingan ini, dimana ia menjagokan PSG.


Baca Juga :
- Tendangan Voli Mbappe Ukir Sejarah
- Kocak! Mbappe Cetak 100 Gol, PSG Berikan Jersey Khusus!

Menurutnya, PSG akan menyingkirkan klub raksasa asal Inggris tersebut lewat agregat tipis setelah dua pertemuan. Rabu dinihari nanti, MU akan lebih dulu sebagai tuan rumah.

“MU memang dalam tren bagus dibawah pelatih baru. Tapi saya pikir PSG saat ini lebih matang,” ujar atlet yang dijuluki Papua Badboy ini.

Dibawah asuhan Ole Gunnar Solksjaer, MU belum terkalahkan dalam 11 pertandingan, dimana mereka hanya mencatatkan sekali seri dan 10 kemenangan.

Sementara, PSG adalah penguasa liga Prancis dengan torehan 19 kemenangan dari 22 pertandingan.

PSG akan bertandang ke Old Trafford tanpa Neymar yang masih berkutat dengan cedera. Namun Adrian yakin bahwa klub yang dijagokannya ini akan tetap menampilkan performa terbaik mereka.

“Masih ada Kylian Mbappe. Saya suka dia karena larinya cepat seperti saya,” ujar atlet berusia 23 tahun ini.

Meski menjagokan PSG, namun klub favoritnya adalah Juventus. Dia mengaku telah menyukai klub asal Turin ini sejak masih diperkuat Alessandro Del Piero dan Pavel Nedved. Ia memprediksi Juventus akan keluar sebagai juara di akhir turnamen nanti, salah satunya karena faktor kehadiran Cristiano Ronaldo.

“Saya dulu suka nonton Juventus main walupun dinihari. Saya masih ingat Juventus kalah dari AC Milan di final Liga Champions tahun 2003,” kenangnya.

“Kita ikut nonton ke tetangga yang punya TV, karena di Papua sangat jarang orang punya TV.”

Meski kini lebih dikenal sebagai atlet MMA, sepak bola tetap memiliki tempat tersendiri di hati pria yang hijrah ke Sorong, Papua saat ia baru berusia lima tahun karena konflik di Ambon.

Ia juga mengenang saat ia bermain bola di pinggir pantai dengan menggunakan kayu sebagai tiang gawangnya, bersama teman-teman sebayanya.

“Kita, anak Papua, biasanya juga main Patah Kaleng. Permainan ini dimenangkan dengan menjatuhkan kaleng lawan,” ungkapnya.

Tidak disangka bahwa Adrian sempat menjadi pemain junior untuk klub sepak bola Persiram Raja Ampat, namun karier sepak bolanya berakhir ketika ia diminta melanjutkan sekolah di Jakarta oleh ibunya.


Baca Juga :
- Neymar Selebriti Sepak Bola, tapi Belum Sehebat Ronaldo dan Rivaldo
- Cedera Bukan Berarti Berhenti Dukung Rekan Setim!

Saat belajar di Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan, bakat MMA Adrian mulai terendus oleh Zuli Silawanto. Pada awalnya, Adrian sempat menekuni Karate. Setelah mengasah kemampuannya, Adrian kemudian bergabung bersama ONE Championship dan menjalani penampilan perdananya pada November 2016 lalu.

Meski terbilang muda, saat ini Adrian telah mengantongi delapan kemenangan dan lima kekalahan. Dua laga terakhirnya dia lewati dengan kemenangan, termasuk laga terakhirnya di Jakarta pada bulan November 2018. Ia kini sedang bersiap untuk pertandingan selanjutnya.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA