#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Diprotes Oleh Petenis Profesional, Pique: Bukan Saya yang Mengelola Piala Davis
15 Februari 2019 16:05 WIB
MADRID - Gerard Pique mendapatkan banyak protes dari petenis profesional terkait campur tangannya dalam ajang Piala Davis.

Pique, lewat perusahaannya Kosmos Holding, menjadi sponsor utama Piala Davis tahun ini. Babak utama Piala Davis akan dilaksanakan pada November di Madrid, Spanyol.

Kosmos Holding menginvestasikan total 2,15 miliar paun atau setara Rp 38 triliun untuk merombak total kompetisi tenis putra antar negara tersebut.


Baca Juga :
- Messi Penyebab Pique Bersitegang dengan Gonzalez
- Pique: Menang Lawan Madrid Puas Seperti Habis Bercinta

Perubahan awal yang dibawa oleh Pique adalah jumlah peserta serta format turnamen. Total peserta yang ikut Piala Davis tahun ini adalah 18 negara, terbagi dalam 6 grup. Format turnamen juga menggunakan format Piala Dunia sepak bola, bukan langsung fase gugur/knockout.

Hal tersebut ternyata mendapatkan kecaman dari kalangan petenis profesional. Perubahan yang dibawa oleh Pique ini mendapatkan banyak kecaman dari petenis profesional. Mulai dari kapten Timnas Tenis Australia di Piala Davis, Lleyton Hewitt, sampai petenis muda Alexander Zverev.

Bahkan, di ajang US Open tahun lalu, Roger Federer sampai menyebut Piala Davis tahun ini merupakan 'Piala Pique'. 

Berbicara pada sesi drawing Piala Davis, Pique mengatakan dirinya tidak memiliki tujuan untuk mengubah total tenis. Dirinya hanya ingin membantu International Tenis Federation (ITF) menyelanggarakan kompetisi yang lebih menarik.


Baca Juga :
- Reaksi Federer Usai Gagal Hadapi Nadal di Semifinal Indian Wells
- Nadal Mundur, Federer Melenggang ke Final Indian Wells Masters

"Apa yang kami lakukan ini semata-mata hanya ingin membantu ITF menyelenggarakan turnamen yang lebih baik lagi," ucap Pique.

"Tentu saja bukan saya yang mengelola kompetisi ini. Kami juga tentunya tidak akan mengubah peraturan tenis," tambahnya. ***

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA