#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Makoroni ala Johan Arga
28 Februari 2019 04:15 WIB
MALANG melintang menjadi dua kata yang cocok untuk menggambarkan kisah kesuksesan Johan Arga. Johan kini terkenal sebagai salah satu mantan pemain sepak bola yang sukses diluar lapangan yaitu dalam menggeluti dunia bisnis kuliner. Karier sepak bolanya dimulai saat masuk PSIM Yogyakarta junior pada 2003, hanya butuh waktu sekitar lima tahun, Johan tembus ke tim senior PSIM pada usia 18 tahun. Ia pun mulai bermain bersama skuat Laskar Mataram di kasta kedua Indonesia Super League (ISL) pada saat itu.

Dalam dunia sepak bola kariernya tak panjang. Ia memutuskan pensiun di usia 27 tahun. Johan terhitung terjun di dunia sepak bola profesional selama kurang lebih sembilan tahun. Selain bermain untuk PSIM dirinya juga sempat berseragam PSS Sleman dan Kablaki FC tim asal Timor Leste. Tidak banyak orang yang tahu Johan Arga saat meniti karier sepak bolanya bersama PSIM. Ketika itu, dia juga sempat bekerja di PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dengan status pegawai tetap.

Akan tetapi, bekerja di tempat yang bisa dikatakan sudah terjamin masa depannya seperti PT. KAI tidak membuat Johan betah. Ia justru memutuskan untuk mengundurkan diri dan memilih fokus menjadi pesepak bola. “Dulu itu saya jalankan kedua-duanya. Di PT. KAI waktu itu gajinya lebih dari PSIM. Tetapi, memang tidak ketemu passion menjadi seorang pegawai. Mulailah saya itu coba jualan kecil-kecilan sepatu bola gitu, ternyata enak. Ternyata bisnis itu nagih," kata Johan.


Baca Juga :
- Seedorf Gabungkan Brasil dan Jepang
- Hariono Belajar Berbisnis

Uniknya jalur dunia bisnisnya seakan didukung dengan keadaan sepak bola Tanah Air yang kala itu sedang terjadi berbagai masalah hingga PSSI dibekukan oleh pemerintah. Sampai pada saat itu pun ia memutuskan untuk pergi ke Timor Leste menerima pinangan dari klub tetangga tersebut. Kejadian itulah yang membuatnya harus memutar otak untuk menghasilkan uang dengan cara lain selain menjadi pesepak bola.

“Kalau saya bilang, ini musibah menjadi barokah. Musibahnya karena PSSI dibekukan dan saya harus bangkit dari kondisi ini. Akhirnya setelah melalui pemikiran dan pertimbangan yang panjang saya memilih untuk berbisnis dalam bidang kuliner," ujarnya.

Johan pun menemukan ide bisnis yang dijalaninya saat ini, yakni Makaroni Huh Hah dari seorang temannya. “Ketemunya bisnis makanan makaroni itu ketika waktu saya main ke rumah teman. Dia itu buat makaroni, menunya benar-benar makaroni. Hingga saya sempat membantu untuk menjualkan,” katanya.

Dari kejadian itulah Johan mengaplikasikan makanan makaroni dengan berbagai varian rasa dan yang paling laku adalah makaroni pedasnya. Maka dari itu, Johan menamakan brand makanannya dengan sebutan Makaroni Huh_Hah. Tidak disangka usaha ini berhasil dan banyak penawararan untuk bekerja sama mengembangkan bisnis ini.

“Dulu saya keluar kota karena sepak bola, tapi saya pernah dua kali pergi ke Medan dan Makassar karena ngajarin masak. Saya jual resep makaroni, itu pada 2018. Percaya tidak percaya saya sempat dapat penghasilan, cukup lah buat beli Honda Jazz,” ujarnya tersenyum.


Baca Juga :
- Ibra Harum dengan Parfum
- Pique Pemilik Klub dan Game Online

Bisnisnya kini sudah memiliki beberapa cabang dan sudah menambah bisnis baru selain Makaranoni. "Selain bisnis Makaroni Huh-hah, ada juga Seblak, Thai Tea, Furniture Custom. Makroni punya tujuh cabang, 1 Thai Tea, dan beberapa yang lainnya," katanya.*CR6


 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA