#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Atlet Indonesia di ONE Championship Wajib Tempa Fisik dan Penuhi Nutrisi
28 Februari 2019 14:12 WIB
JAKARTA - Dalam pertandingan beladiri, terutama mixed martial arts atau MMA, banyak faktor yang menentukan kemenangan atau kekalahan seorang atlet di dalam ring. Tingkat kompleksitasnya begitu tingi.

Hal ini disadari atlet MMA asal Indonesia yang bernaung dalam organisasi beladiri terbesar di dunia, ONE Championship. Mereka sadar setiap saat harus siap melawan petarung dari negara lain. Tentu saja yang memiliki keunggulan dan kemampuan tersendiri.

Dalam situasi itu kejelian atlet Indonesia dalam menggunakan kesempatan harus diperhatikan. Terutama dalam program latihan dan panduan dari sisi ring.


Baca Juga :
- Tampil di IBER Cup Portugal, Timnas Pelajar U-15 Kemenpora Berharap Dilirik Klub Eropa
- Tak Ada yang Bisa Meramal Kejutan di One: Enter the Dragon

Modal utama para petarung ini adalah stamina. Bagaimana caranya bisa bertahan selama minimal tiga ronde, yang masing-masing berlangsung selama tiga menit. 

Atlet divisi strawweight yang juga merupakan juara gulat nasional, Elipitua Siregar, mengalami situasi itu saat kalah dari Liu Peng Shuai. Kekalahan terjadi dalam ONE: CLASH OF LEGENDS.

Sebagai satu-satunya petarung ONE Championship dari Indonesia di ajang itu, Elipitua mengakui dibutuhkan banyak latihan fisik dalam persiapan.

Atlet dari tim Bali MMA ini menjelaskan, banyak sesi latihan yang terfokus ke tinju atau MMA. Tapi agak kurang memberi porsi latihan fisik, terutama kaitannya dengan membangun daya tahan atlet. 

Dalam dua ronde awal di Bangkok, Pitu berhasil menampilkan yang terbaik dalam laga melawan Liu. Namun sisa beberapa menit akhir di ronde ketiga dimanfaatkan lawannya untuk melancarkan serangan kuncian Kimura yang sangat kuat, hingga upaya perlawanan Pitu berakhir 45 detik sebelum bel berbunyi.

Setelah kekalahan pertama di ajang MMA profesional, Pitu mengatakan tim pelatih segera menerapkan beberapa perbaikan dalam program latihan.

“Diantaranya, penambahan latihan khusus agar ground conditioning semakin prima, selain perbanyakan latihan terkait disiplin Brazilian Jiu-jitsu (BJJ) dan fokus dalam striking,” kata Pitu.

Faktor penentu ini juga dialami oleh Stefer “The Lion” Rahardian, yang saat ini sedang mempersiapkan diri dengan baik untuk kembali ke jalur kemenangan. Sejak ia turun ke divisi strawweight, Stefer mengakui bahwa ia ingin memastikan bahwa ia memiliki kekuatan untuk bertarung selama minimal tiga ronde.


Baca Juga :
- Undian Merlion Cup 2019, Timnas U-22 Indonesia Ketemu Thailand
- Kabar Terbaru Seleksi Timnas U-16 Indonesia Usai Internal Game

“Pelatih saya memberikan instruksi untuk berlatih penuh waktu jika saya ingin berkembang,” katanya beberapa waktu lalu.

“Bagi saya, ini adalah keputusan yang baik, Bali MMA memberikan apa yang saya butuhkan. Seorang ahli nutrisi membantu saya untuk mengurangi berat badan dan saya merasa sangat baik."*Ari DP

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA