#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Petarung One Championship Ikut Nyepi
07 Maret 2019 19:32 WIB
DENPASAR - Hari raya Nyepi adalah salah satu hari besar keagamaan di Indonesia; yang dirayakan terutama oleh umat Hindu Bali sebagai bagian dari peringatan tahun baru Saka menurut kalender tradisional Bali.

Bagi mereka, Nyepi dijalani dengan mengutamakan kesunyian dan keheningan, selain juga berpuasa. Sepanjang hari, para umat mengkhususkan diri dengan refleksi pribadi dan tidak melakukan kegiatan, seperti bekerja, menyalakan api (sementara lampu harus redup), menikmati hiburan atau kesenangan, bepergian, serta – bagi sebagian kalangan – tidak berbicara dan berpuasa secara total.

Selama hari raya Nyepi, berbagai sektor publik di Bali juga taat dan menghormati perayaan ini. Arus lalu lintas maupun lalu lalang publik surut drastis, dan hanya para Pecalang (tokoh adat tradisional) yang biasanya terlihat berpatroli untuk menegakkan aturan-aturan Nyepi. Bandara Ngurah Rai di Bali pun ditutup selama sehari penuh.


Baca Juga :
- Bulan Puasa, Petarung One Championship Tetap Keras Berlatih
- Dukungan Keluarga Buat Kemenangan Petarung Indonesia Ini Terasa Lebih Spesial

Hanya layanan gawat darurat bagi kondisi-kondisi tertentu dan bagi ibu melahirkan, yang tetap bersiaga selama Nyepi. Setelah hari suci tersebut berakhir, suasana kembali meriah dengan peringatan Ngembak Geni (menyalakan api kembali); dimana warga saling berkunjung untuk bermaaf-maafan dan menggelar berbagai upacara adat.

Para atlet ONE Championship yang tergabung di Bali MMA – meski bukan warga asli Pulau Dewata maupun umat Hindu Bali – turut menaati peraturan perayaan tradisional tersebut.

Stefer “The Lion” Rahardian, salah satu atlet andalan Bali MMA, berbagi cerita tentang menjalani aktivitas selama perayaan Nyepi. Menurutnya, ada berbagai upacara adat yang digelar sebelum perayaan ini; termasuk Pengerupukan, yang bertujuan mengusir ‘Buta Kala’ atau kejahatan.

Upacara tersebut biasanya digelar pada sore hari, setelah upacara Mecaru; dan dilanjutkan dengan perayaan ogoh-ogoh di malam hari.

“Latihan pribadi selama hari raya Nyepi jelas tidak bisa dilakukan, bahkan tidak ada kegiatan sama sekali,” kata atlet divisi strawweight ini. “Untuk menghormati hari raya Nyepi, gym kami tutup hingga perayaan berakhir.”

Sebagai warga pendatang di Bali, ia sadar betul akan pentingnya berbaur dengan budaya setempat.

“Sebagai atlet Bali MMA, cara saya dan teman-teman menyesuaikan diri dengan berbagai budaya lokal Bali adalah dengan saling menghargai sesama, saling menghargai warga serta budaya setempat, terutama saat kami berada di luar tempat latihan,” jelasnya.

Lain halnya dengan Anthony “The Archangel” Engelen, atlet ONE yang juga tergabung di Bali MMA. Tahun ini adalah pertama kalinya ia berada di Pulau Dewata selama perayaan Nyepi. Atlet blasteran Indonesia-Belanda ini sudah bersiap dengan berbelanja logistik makanan untuk dimasak dan disantap sepanjang hari Nyepi.

“Saya berencana untuk bersantai selama Nyepi, selain juga melakukan refleksi pribadi dan meluangkan waktu bagi tubuh saya untuk pulih,” katanya.


Baca Juga :
- Jonathan Haggerty, Juara Baru Muay Thai ONE Championship!
- Mutlak! Priscilla ‘Thati’ Lumban Gaol Kalahkan Petarung Asal Kamboja

“Malam harinya, mungkin saya akan menonton berbagai tayangan di televisi. Nyepi adalah momentum yang baik untuk merasakan kedamaian dan keheningan, karena kita semua sesekali membutuhkan kedua hal itu.”

Bersama seluruh elemen Bali MMA, atlet ONE yang kini bertanding dalam divisi featherweight ini menyesuaikan diri dengan sepenuhnya menghargai unsur-unsur tradisi Bali. Ia mengaku pernah menyaksikan beragam upacara adat Bali selama bertahun-tahun mengunjungi Pulau Dewata.*
 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA