#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Usaha Thathie Kampanyekan Beladiri Asli Indonesia Lewat ONE Championship
14 March 2019 20:01 WIB
JAKARTA - Atlet MMA dari Indonesia, Priscilla Hertati Lumban Gaol, sedang melakukan persiapan untuk turun dalam lanjutan ONE Championship. Sebelum petarung berjulukan "Thathie" ini turun gelanggang pada 19 Januari 2019 lalu. Saat itu tampil di ONE: Eternal Glory melawan Puja Tomar.

Meski saat ini belum ada jadwal bertarung lanjutan, Thathie tetap menggelar persiapan. Ia tidak ingin kehilangan kondisi kebugarannya, termasuk teknik bertarung.

Untuk mengantisipasi supaya tidak bosan, Thathie menyempatkan diri berbagi mengenai pengaruh seni beladiri tradisional dalam kemampuan bertarungnya di ONE Championship. 


Baca Juga :
- Apa Yang Dipertaruhkan Dalam ONE: MASTERS OF DESTINY?
- Catatan KO Terbaik dari Petarung di ONE: MASTERS OF DESTINY

Juara wushu nasional Indonesia ini mengaku sebelumnya sempat serius mempelajari Pencak Silat. Ia pernah turun dalam kejuaraan daerah. Petarung di divisi atomweight ini mengungkapkan teknik pencak silat sangat membantu di dunia MMA profesional. 

Terutama bagaimana posisi stand up fight, apalagi digabungkan dengan keahlian di wushu. “Di setiap pertarungan ONE Championship, saya pakai teknik beladiri yang pernah dipelajari, tergantung situasi di ring," kata Priscilla.

Ia mengaku terobsesi memperkenalkan beladiri tradisional Indonesia di pentas dunia. “Setiap orang asing yang saya temui, harus saya perkenalkan dengan seni beladiri asli Indonesia," katanya.

Ia juga berharap bahwa tiap atlet, penggiat atau penggemar seni beladiri juga turut memperkenalkan seni beladiri Indonesia, yang ternyata sangat bervariasi, ke seluruh dunia. Hal ini dilakukan untuk melestarikan warisan budaya–terutama seni beladiri– Indonesia di masa depan.

Terlebih lagi, performa impresif Priscilla tahun lalu dapat menjadi bekal bagi dirinya untuk menjadi duta beladiri nasional di tingkat dunia, apalagi jika ia meraih prestasi gemilang pada tahun ini.


Baca Juga :
- Pengalaman Atlet ONE Championship Berbelanja dari UKM Indonesia 
- Atlet MMA Asal Indonesia Serukan Perang Terhadap Narkoba

Atlet berusia 30 tahun ini bertarung sebanyak enam kali di ring ONE sepanjang 2018, dengan rekor lima kali menang dan sekali kalah. Hal ini menjadikannya petarung wanita tersibuk untuk tahun 2018 di ONE.

“Semua prestasi yang dicapai adalah sebuah kesempatan bagi saya. Jangan berhenti belajar dan berlatih tiap saat, karena kesempatan itu cepat datang dan pergi,” tambahnya. “Saya bahkan ingin mempelajari disiplin yang lain, seperti boxing.”*Ari DP

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA